Bayu Skak: Film Yowis Ben 80 Persen Berbahasa Jawa

Kompas.com - 10/02/2018, 14:39 WIB
Bayu Skak saat berkunjung untuk promo film Yowis Ben di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (07/02/2018). Film yang bergenre komedi tersebut merupakan garapan rumah produksi Starvision. MAULANA MAHARDHIKABayu Skak saat berkunjung untuk promo film Yowis Ben di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (07/02/2018). Film yang bergenre komedi tersebut merupakan garapan rumah produksi Starvision.

JAKARTA, KOMPAS.com - YouTubers Bayu Skak mengatakan bahwa penggunaan bahasa Jawa akan mendominasi film drama komedi yang dibintanginya, berjudul Yowis Ben.

"Film ini 80 persen bahasa Jawa, sisanya bahasa Indonesia dan lain-lain," kata Bayu Skak saat berkunjung ke kantor redaksi Kompas.com, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, baru-baru ini.

Dalam film ini, Bayu Skak memulai debutnya sebagai sutradara dengan didampingi oleh Fajar Nugros. Ia bertindak pula sebagai penulis skenario sekaligus pemain utama.

Terkait alasan penggunaan bahasa Jawa dalam film itu, kata Bayu mengaku ingin membuat sesuatu yang berbeda dalam karya perdananya.

[Baca juga : Bayu Skak Ingin Beri Pembuktian lewat Yowis Ben]

Karena itu, Bayu mengajak para pemain yang setidaknya mau berbahasa Jawa. Meskipun sebelumnya tidak bisa berbahasa Jawa.

"Brandon Salim dan Arif Didu itu yang harus dididik dan dibentuk agar bisa bahasa Jawa. Jadi mereka berdua aja yang mesti bisa bahasa Jawa, karena mereka orang Jakarta," ujar Bayu.

"Mereka belajar satu minggu. Yang aku salut sama mereka waktu terima naskah bahasa Jawa, mereka mau belajar," sambung dia.

Sedangkan untuk karakter wanita seperti lawan mainnya, artis peran Cut Meyriska yang berperan sebagai Susan, Bayu tidak mewajibkannya.

"Kayak cowok ngomong sama cowok kalau di Jawa, ngomongnya pakai bahasa Jawa, tapi kalau ke cewek bahasa Indonesia. Itu reflek aja. Makanya pemeran cewek enggak harus punya beban dan bisa bahasa Jawa," kata dia.

[Baca juga : Bayu Skak Memburu Cinta Cut Meyriska lewat Yowis Ben]

Rencananya Bayu akan menggunakan subtitle dalam filmnya, jika ada percakapan dalam bahasa Jawa.

"Intinya saya ingin mempermudah para penonton kok, bisa dinikmati semua kalangan. NKRI," kata dia.

Film Yowis Ben mengisahkan Bayu (Bayu Skak) yang menyukai Susan (Cut Meyriska). Namun, ia tidak percaya diri karena merasa serba pas-pasan.

Demi mendapat perhatian Susan dan bersaing dengan pacarnya (Indra Wijaya), Bayu membentuk band musik bersama tiga temannya (Joshua Suherman, Tutus Thomson, Brandon Salim).

Film Yowis Ben direncanakan tayang serentak di jaringan bioskop Indonesia pada 22 Februari 2018.

[Baca juga : Joshua Suherman: Yowis Ben tentang Pembuktian lewat Musik]



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X