Black Panther Tumbangkan Mitos Hollywood

Kompas.com - 19/02/2018, 13:18 WIB
Black Panther, diperankan oleh aktor Chadwick Boseman, merupakan salah satu superhero Marvel. Film Black Panther dirilis pada Februari 2018. Dok Marvel/DisneyBlack Panther, diperankan oleh aktor Chadwick Boseman, merupakan salah satu superhero Marvel. Film Black Panther dirilis pada Februari 2018.

LOS ANGELES, KOMPAS.com -- Film pahlawan super Black Panther menunjukkan keunggulannya dengan menumbangkan sejumlah rekor film Hollywood.

Menurut penghitungan comScore, film karya sutradara Ryan Coogler itu diperkirakan akan mengumpulkan perolehan total 387 juta dollar AS atau kira-kira Rp 5,1 triliun dari pemutarannya sepanjang akhir minggu kemarin.

Black Panther juga menjadi film terlaris yang dibesut oleh sutradara berkulit hitam dan menampilkan sebagian besar pemain berkulit hitam.

Rekor sebelumnya dipegang oleh Straight Outta Compton, yang meraup total 214 juta dollar AS sepanjang masa putarnya di seluruh dunia pada 215.

Baca juga: Black Panther Kuasai Box Office AS Minggu Ini

Tak ada keraguan bahwa Black Panther, yang diproduksi oleh Disney-Marvel, akan mengguncang box office di Amerika. Namun, bagaimana penerimaan para penonton di luar Amerika terhadap Black Panther?

Selama ini, di Hollywood ada anggapan bahwa para penonton asing tidak tertarik pada film yang sebagian besar karakternya berkulit hitam. Akhirnya, para pembuat film di sana selalu takut untuk mengambil risiko.

Sampai akhirnya, Black Panther, dengan anggaran produksi 200 juta dollar AS, 30 persen lebih banyak dari Doctor Strange dan Ant-Man, mematahkan kekhawatiran itu.

Baca juga: Di Indonesia, Film Black Panther untuk Penonton 17 Tahun ke Atas

Meski kalah dari Fifty Shades di Jerman -- salah satu pasar yang penting, film yang dibintangi oleh Chadwick Boseman tersebut mampu meraup penjulan tiket yang tinggi di Inggris, Belgia, Ukraina, Korea Selatan, Meksiko, dan Brasil.

"Kami sangat senang dengan reaksi di seluruh dunia, terlebih lagi karena kami tidak menghadapi persaingan selama sebulan," kata Dave Hollis, Presiden Distribusi Disney.

Coogler, sang sutradara, kepada The Hollywood Reporter mengungkapkan pendapatnya tentang faktor di balik keberhasilan tersebut.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X