Membawa Budaya Nias ke Car Free Day - Kompas.com

Membawa Budaya Nias ke Car Free Day

Kompas.com - 02/03/2018, 04:34 WIB
Ilustrasi: Taran khas NiasApollo Ilustrasi: Taran khas Nias

JAKARTA, KOMPAS.com--Dilatarbelakangi adanya kerinduan melestarikan dan memperkenalkan kekayaan seni budaya dan kuliner di Kepulauan Nias, para pemuda asal Nias se-Jabodetabek, yang tergabung dalam Pemuda Peduli Nias, menggelar berbagai atraksi di Depan Menara BCA, Jalan Sudirman, Jakarta, Minggu (4 Maret 2018). Acara yang dimulai pukul 06.00 dan berakhir pukul 11.00 tersebut, menurut rencana, akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo.

“Lewat pergelaran ini, kami ingin menyampaikan pesan bahwa kekayaan NKRI yang ada di Kepulauan Nias atau Tanö Niha sangat banyak dan patut kita lestarikan serta kembangkan untuk menarik wisatawan datang ke Indonesia. Kepulauan Nias yang sangat indah alamnya, kaya budayanya, beragam cita rasa kulinernya, sangat patut diangkat menjadi tujuan destinasi wisata Nusantara. Karena itulah kami ingin menggelar acara ini,” ujar Evan Zebua, Ketua Panitia Pergelaran Seni Budaya dan Kuliner (PSBK) Kepulauan Nias 2018, Kamis (1/3/2018).

Ditambahkan Evan, penyelenggaraan acara ini bisa terwujud karena kerja sama yang erat antara seluruh masyarakat Nias dari seluruh Nusantara, terutama yang berdomisili di Jabodetabek. Rasa kebersamaan dan sepenanggungan orang Nias yang diwarisi dari leluhur, yang dikenal dengan falulu atau orahu, telah terinternalisasi dalam setiap individu ono niha (sebutan untuk orang Nias).

“Falulu atau bergotong royong adalah ciri khas orang Nias dan itulah yang mewarnai pelaksanaan acara ini. Ini juga sebagai gambaran bahwa seberat apa pun beban, jika dipikul bersama-sama akan terasa ringan. Filosofi itu tergambar dalam ungkapan orang Nias, Aoha Noro Nilului Wahea,” kata Evan.

Pergelaran Seni Budaya dan Kuliner Kepulauan Nias ini, menurut Evan, dilaksanakan juga untuk mempromosikan Kepulauan Nias. Untuk yang belum sempat datang ke Pulau Nias, bisa melihat-lihat dulu bagaimana kekayaan Nusantara yang dimiliki oleh pulau yang berstatus pulau terluar, terdepan dan tertinggal (3T) itu.

“Seluruh dunia tahu, atraksi lompat batu atau hombo batu ditemukan satu-satunya, ya, hanya di Pulau Nias. Begitu juga dengan ombak besar di Pantai Sorake dan Lagundri telah mendatangkan ribuan wisatawan untuk berselencar. Bahkan, pada 2018 ini akan ada lomba surfing internasional serta Festival Ya’ahowu Nias yang masuk dalam agenda pariwisata Kementerian Pariwisata. Jadi, pariwisata di Pulau Nias harus terus diperkenalkan kepada dunia,” kata Evan.

Salah seorang diaspora Nias di Jakarta, Esther Gloria Telaumbanua, menyambut baik pergelaran seni budaya yang didukung oleh Sanggar Pemanis, Sanggar Tolögu, dan Grup Owo Voice itu. “Ini kesempatan baik untuk melihat Nias lebih dekat. Untuk melihat keindahan alam lengkap dengan budayanya tentu perlu merencanakan perjalanan ke pulau Nias, pulau yang diciptakan Tuhan paling indah itu,” kata Esther.

Ia juga menyampaikan bahwa pergelaran ini dimaksudkan untuk mengeratkan rasa kebinekaan sebagai kekayaan NKRI sehingga kebanggaan sebagai bangsa yang terdiri dari banyak suku, budaya, bahasa, tetapi tetap bersatu dalam NKRI yang berdasarkan Pancasila.

Hal yang sama disampaikan oleh tokoh Nias, yang juga mantan Panglima Kodam XVII/Cenderawasih, Papua, Mayjen TNI (Purn) Drs Christian Zebua, MM, bahwa Pulau Nias sudah sangat layak untuk diperhatikan dan dibangun. “Pulau kami yang masih 3T tetapi sangat indah, patut sekali dikembangkan oleh pemerintah pusat sehingga cita-cita dan program pemerintah untuk membangun dari pinggir bisa tercapai, seperti yang termaktub dalam Nawacita,” ujar Christian.

Ketua Umum Badan Persiapan Pembentukan Provinsi Kepulauan Nias ini sangat senang jika Bapak Presiden Jokowi datang pada acara PSBK Kepulauan Nias 2018 itu. Christian bahkan meminta agar Presiden kembali datang ke Nias untuk menyaksikan langsung atraksi lompat batu di Desa Bawömataluo, Telukdalam, Nias Selatan. Seperti diketahui, Presiden Jokowi pada 19 Agustus 2016, mengunjungi Nias dan belum sempat berkunjung ke Desa Bawömataluo.

Christian mengimbau seluruh masyarakat menghadiri acara pergelaran ini agar Pulau Nias makin dikenal dan menjadi daerah tujuan wisata utama kebanggaan Nusantara.

 



Close Ads X