Bekraf dan Efek Rumah Kaca Capai Kata Sepakat

Kompas.com - 13/03/2018, 09:00 WIB
Efek Rumah Kaca saat tampil pada acara Synchronize Festival 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (06/10/2017). Acara musik ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu 8 Oktober. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIEfek Rumah Kaca saat tampil pada acara Synchronize Festival 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (06/10/2017). Acara musik ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu 8 Oktober.

JAKARTA, KOMPAS.com - Permasalahan antara Badan Ekonomi Kreati ( Bekraf) Triawan Munaf dengan Efek Rumah Kaca (ERK) berkait keberangkatan ke festival South by South West ( SXSW) 2018 akhirnya mencapai titik temu.

Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik mengungkap bahwa pihaknya dan ERK sudah melakukan komunikasi melalui teleconference pada Minggu (11/3/2018) malam.

"Sudah terjadi dialog antara Bekraf dengan ERK. Sudah panjang lebar lah, empat jam. Jadi teleconference selama empat jam," ujar Ricky di kantor Bekraf, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Pembicaraan tersebut melibatkan Kepala Bekraf Triawan Munaf bersama beberapa pejabat Bekraf di Jakarta, Ricky di Yogyakarta, dan vokalis ERK Cholil Mahmud yang berada di New York, AS.

Ricky mengatakan, ia belum dapat mengumumkan hasil dari dialog Bekraf dan ERK tersebut. Sebab, mereka sepakat untuk tidak lagi saling membela diri dan akan memberi pernyataan bersama mengenai persoalan itu.

"ERK kami sudah sepakati bersama. Klarifikasi dan penjelasan akan keluar bersama antara ERK dan Bekraf. Jadi tidak sepihak-sepihak lagi. Itu buat kami lebih baik," kata Ricky.

Triawan menambahkan, yang bisa mereka ungkapkan saat ini adalah bahwa komunikasi antara Bekraf dan ERK sudah sangat terbuka dan pihaknya banyak menerima masukan dari Cholil cs.

Begitu juga sebaliknya, Bekraf memberi penjelasan lebih lengkap tentang alur mekanisme dukungan Bekraf kepada para pelaku ekonomi kreatif ketika akan melakukan kegiatan di luar negeri.

"Tadi malam senang sekali kami bicara. Itu dulu sementara, sebelum kami ada statement bersama dengan Efek Rumah Kaca," ucap Triawan.

Sebelumnya, ERK menyatakan mengundurkan diri dengan alasan mendapati kejanggalan pada harga tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Austin-Jakarta yang dipasang oleh agen travel yang ditunjuk oleh Bekraf.

Baca juga : Bekraf Akan Bertemu Efek Rumah Kaca untuk Selesaikan Masalah

ERK juga menyatakan bahwa mereka akan tetap berangkat ke SXSW dengan dana yang mereka cari sendiri.

Sementara, dari pihak Bekraf tidak dapat menyerahkan rincian anggaran tiket perjalanan lima delegasi ERK, yang nantinya digunakan untuk membeli lebih lima tiket. Hal itu bertentangan dengan aturan keuangan pemerintahan.

Bekraf menjelaskan bahwa masalah-masalah administrasi keuangan negara tidak sederhana yang dipikirkan oleh orang awam.

Baca juga : Efek Rumah Kaca Jelaskan Alasan Undur Diri dari Delegasi Bekraf ke AS



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X