Kematangan Cinta Bukti The Groove Semakin Matang

Kompas.com - 19/03/2018, 14:17 WIB
Grup band The Groove berpose saat berkunjung ke redaksi Kompas.com untuk promo single terbaru di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). The Groove tengah mempromosikan Kematangan Cinta, singel ketiga dari album baru mereka, Forever Youll be Mine. MAULANA MAHARDHIKAGrup band The Groove berpose saat berkunjung ke redaksi Kompas.com untuk promo single terbaru di Gedung Kompas Gramedia, Jakarta, Jumat (16/3/2018). The Groove tengah mempromosikan Kematangan Cinta, singel ketiga dari album baru mereka, Forever Youll be Mine.

JAKARTA, KOMPAS.com- Grup musik era 90-an, The Groove kembali meluncurkan single ketiga mereka bertajuk "Kematangan Cinta" dari album Forever You'll Be Mine.

Reza sang vokalis bercerita, lagu yang ia ciptakan itu bercerita tentang seseorang yang sudah menemukan pasangan jiwa dan bersama sampai menua.

Hal tersebut diceritakan Reza saat berkunjung ke redakasi Kompas.com, di Gedung Kompas Gramedia, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (16/3/2018).

"Tentang cinta yang sudah matang banget sebetulnya, jadi pada saat seseorang sudah menemukan pasangan sejiwanya, bakal bareng-bareng sampai tua, memang menceritakan pencarian seseorang buat mencari pasangan sejiwa," tutur Reza bercerita.

[Baca juga : The Groove Lempar Kematangan Cinta ]

Namun dibalik itu semua, vokalis The Groove, Rieka menjelaskan bahwa lagu tersebut menggambarkan tentang kondisi The Groove sendiri, yang sudah melewati perjalanan panjang hingga mematangkan diri untuk tetap bertahan.

"Kami sudah pernah mengisi musik Indonesia, pada saat kami pisah juga banyak sekali yang sedih. Jadi, kami bertujuh ini sudah menjadi milik orang banyak," jelas Rieka.

"Jadi kaminya sendiri harus mematangkan segala bentuk yang ada di The Groove ini, masalah ada apa harus diselesaikan baik-baik," sambungnya.

Grup band yang terbentuk pada 1997 itu pernah vakum sejenak dari belantika musik Indonesia. Pasalnya pada 2004 Rieka memutuskan untuk bersolo karier.

Namun pada 2016, mereka kembali dengan meluncurkan album sekaligus buku berjudul "Forever You'll Be Mine", yakni cerita perjalanan mereka selama 19 tahun.

[Baca juga : Reza The Groove: 90-an Tahun Emas Industri Musik Indonesia]



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X