Maisha Kanna dan Lil'li Latisha dari Panggung Teater ke Layar Lebar

Kompas.com - 29/03/2018, 19:07 WIB
Maisha Kanna dan Lilli Latisha saat ditemui di lokasi shooting film Kulari ke Pantai, di Desa Limasan, Pacitan, Jawa Timur, Senin (26/3/2018).KOMPAS.com/IRA GITA Maisha Kanna dan Lilli Latisha saat ditemui di lokasi shooting film Kulari ke Pantai, di Desa Limasan, Pacitan, Jawa Timur, Senin (26/3/2018).

PACITAN, KOMPAS.com- Artis cilik pendatang baru, Maisha Kanna dan Lil'li Latisha menjadi dua tokoh utama dalam film garapan sutradara Riri Riza bertajuk Kulari ke Pantai.

Riri menuturkan, dirinya tertarik saat melihat penampilan mereka dalam pagelaran Teater Petualangam Sherina, hingga akhirnya mengajak Maisha dan Lil'li untuk bermain dalam film Kulari ke Pantai

"Kalau Maisha sama Lil’li mereka tampil di pertunjukkan musikal Petualangan Sherina. Jadi saya datang latihan dan terkesan menonton penampilan mereka dan anak-anak lain," kata Riri saat ditemui di lokasi shooting film Kulari ke Pantai, Desa Limasan, Pacitan, Jawa Timur, Senin (26/3/2018).

"Pas saya tonton mereka, saya bingung, pengin ajak ini, ini, yang ini. Begitu ada cerita, dipanggil satu persatu akhirnya tersaringlah mereka," sambungnya.

[Baca juga : Cuaca Jadi Tantangan Utama Penggarapan Film Kulari ke Pantai ]

Maisha berperan sebagai Sam dan Lil'li sebagai Happy. Mereka diceritakan sebagai dua anak perempuan dengan karakter berbeda yang melakukan perjalanan bersama.

Lil'ly menjelaskan perbedaan yang dirasakannya saat bermain di atas panggung dan di depan kamera.

"Kalau teater itu kayak show jadi harus cuma ada satu, kalau lagi perform ya you give it all. Kayak make it or break it gitu. Tapi kalau film kamu bisa kayak ada feeling-nya," ucap Lil'li.

"Sometimes if you mistakes boleh lagi dan abis boleh lagi bisa think lagi. Jadi kayak setiap take kamu harus ingat-ingat terus dan harus feel lagi, jadi ada each challange gitu. Tapi kalau teater harus let it flow. Berpikirnya tuh sambil nari atau nyanyi," sambungnya.

Senada dengan Lil'li, Maisha juga menambahkan, dalam pertunjukan teater, dirinya dituntut untuk lebih berekspresi agar bisa dinikmati dari bangku penonton.

"Kalau di teater kan penontonnya kan jauh, jadi ngeliatnya tuh kayak you so small on the stage. So you have to give big movements, jadi bisa keliatan lagi ngapain, jadi harus ekspresinya gitu lah pokoknya wide gitu loh. Tapi kalau di film kan close up jadi harus feeling-nya di dalam," jelas Maisha.

Film yang diproduksi oleh Miles Film itu dijadwalkan tayang pada Juni 2018 mendatang.

[Baca juga : Film Kulari ke Pantai, Perjalanan 1.000 Kilometer]




Close Ads X