Jawaban Rumah Produksi Benyamin Biang Kerok terhadap Gugatan Syamsul Fuad

Kompas.com - 19/04/2018, 15:07 WIB
Penulis cerita asli Benyamin Biang Kerok, Syamsul Fuad, sedang menanti sidang kasus dugaan pelanggaran hak cipta terhadap karnyanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGPenulis cerita asli Benyamin Biang Kerok, Syamsul Fuad, sedang menanti sidang kasus dugaan pelanggaran hak cipta terhadap karnyanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Tim kuasa hukum rumah produksi film Benyamin Biang Kerok (2018), Falcon Pictures dan Max Pictures, telah menyampaikan dua bukti sebagai tanggapan atas gugatan Syamsul Fuad, penulis cerita asli film tersebut.

Atep Koswara, kuasa hukum dua rumah produksi itu, menyerahkan dokumen bukti tersebut kepada majelis hakim di ruang sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018) siang.

"Menyerahkan jawaban atas gugatan. Jadi sidang hari ini menyerahkan jawaban udah itu aja," ujar Atep saat dijumpai usai sidang.

Namun, ia menolak menjelaskan secara rinci isi tanggapan pihaknya atas tuntutan Syamsul mengenai hak cipta film Benyamin Biang Kerok.

"Saya enggak bisa komentar," ucap Atep singkat.

[Baca juga : Penulis Benyamin Biang Kerok: Digugat Rp 50 Miliar? Saya Tambah Pakaian Dalam! ]

Ditemui terpisah, kuasa hukum Syamsul, Bakhtiar Yusuf, mengungkap tanggapan dari tim kuasa hukum para tergugat. Dari berkas yang ia terima, tercantum surat perjanjian pengalihan atau jual beli hak cipta film tersebut.

"Mereka menyampaikan bahwa ada perjanjian pengalihan hak cipta, ada perjanjian jual beli tahun 2010. Mereka melakukan perjanjian jual beli hak cipta atas film, kemudian di situ diatur klausul mengenai apa apa saja yang dialihkan," kata Bakhtiar. 

Hanya saja, ia belum membaca keseluruhan tanggapan dari tergugat itu sehingga belum dapat menjelaskan secara rinci.

"Perjanjian itu nama Pak Syamsul tidak ada. Jadi mereka itu dengan pihak lain. Kalau enggak salah mereka nyebutnya PT Layar Cipta Karya Mas Film," ujar Bakhtiar. 

"Materi mereka itu tentang adanya perjanjian kemudian adanya pendaftaran hak cipta film," tambahnya.

[Baca juga : Penulis Asli Tertawa Disebut Penyebab Jebloknya Film Benyamin Biang Kerok ]

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X