Penulis Asli Tertawa Disebut Penyebab Jebloknya Film Benyamin Biang Kerok

Kompas.com - 19/04/2018, 14:32 WIB
Penulis cerita asli Benyamin Biang Kerok, Syamsul Fuad, sedang menanti sidang kasus dugaan pelanggaran hak cipta terhadap karnyanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGPenulis cerita asli Benyamin Biang Kerok, Syamsul Fuad, sedang menanti sidang kasus dugaan pelanggaran hak cipta terhadap karnyanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Syamsul Fuad, penulis cerita asli film Benyamin Biang Kerok (1972), mengaku tertawa saat digugat balik Rp 50 miliar karena dianggap sebagai penyebab jebloknya film yang diproduksi Max Pictures.

"Saya ketawa. Semua orang juga. Coba lihat, banyak yang ketawa. Mereka kok nyalahin saya. Mereka bilang, 'kok Pak Fuad yang disalahin'," kata penulis berusia 81 tahun tersebut, ditemui di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Sebagai sineas senior, ia menilai rumah produksi Benyamin Biang Kerok versi baru salah menargetkan pangsa pasar.

Hal itu yang dianggapnya sebagai penyebab tidak tercapainya target enam juta penonton, bukan karena gugatannya terkait hak cipta.

Baca juga : Penulis Benyamin Biang Kerok: Digugat Rp 50 Miliar? Saya Tambah Pakaian Dalam!

"Saya sebagai orang film saya katakan bahwa mereka salah sasaran. Tidak bisa dicerna sama penonton. Tidak menggugah padahal film harus menggugah," kata Syamsul.

Benyamin Biang KerokFalcon Pictures Benyamin Biang Kerok
"Apalagi film komedi. Film komedi tidak lucu, tidak laku, gagal. Film drama tidak menyentuh, tidak tersentuh penontonnya, gagal. Itu hukumnya. Saya sebagai yang udah berpengalaman di film komedi," ujarnya.

Pada 5 Maret 2018 lalu, Syamsul melalui tim kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke PN Jakarta Pusat terhadap Falcon Pictures dan Max Pictures.

Baca juga : Syamsul Fuad Sebut Rumah Produksi Benyamin Biang Kerok Hanya Cari Alasan

Tak hanya itu, bos Falcon Picture HB Naveen dan produser film tersebut juga menjadi pihak tergugat.

Dalam gugatannya, Syamsul menuding tergugat telah melakukan pelanggaran hak cipta atas cerita Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung.

Syamsul menuntut ganti rugi materiil Rp 1 miliar untuk harga penjualan hak cipta film Benyamin Biang Kerok yang tayang 1 Maret 2018 lalu.

Baca juga : MAX Pictures Tuntut Ganti Rugi Rp 35 Miliar kepada Penulis Naskah Asli Benyamin Biang Kerok

Selain itu, Syamsul menuntut royalti penjualan tiket film tersebut senilai Rp 1.000 per tiket.

Tak cuma itu, ia pun menggugat para tergugat untuk membayar ganti rugi immateril sebesar Rp 10 miliar yang mencakup kerugian akan hak moralnya sebagai pencipta atau pemegang hak cipta cerita Benyamin Biang Kerok.

Terakhir, Syamsul meminta para tergugat melakukan permohonan maaf kepadanya dan klarifikasi melalui media massa terhadap masyarakat atas pelanggaran hak cipta tersebut.

Reza Rahadian dan Delia Husein dalam acara Meet and Greet Film Benyamin Biang Kerok bersama Telkomsel, Rabu (8/3/2018).KOMPAS.com/Reni Susanti Reza Rahadian dan Delia Husein dalam acara Meet and Greet Film Benyamin Biang Kerok bersama Telkomsel, Rabu (8/3/2018).



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X