Syamsul Fuad Sebut Rumah Produksi Benyamin Biang Kerok Hanya Cari Alasan

Kompas.com - 19/04/2018, 14:09 WIB
Penulis cerita asli Benyamin Biang Kerok, Syamsul Fuad, sedang menanti sidang kasus dugaan pelanggaran hak cipta terhadap karnyanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGPenulis cerita asli Benyamin Biang Kerok, Syamsul Fuad, sedang menanti sidang kasus dugaan pelanggaran hak cipta terhadap karnyanya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penulis cerita asli film Benyamin Biang Kerok (1972), Syamsul Fuad, tak terima disalahkan atas perolehan penonton film Benyamin Biang Kerok versi terbaru yang tak mencapai target enam juta.

Sebelumnya, produser Ody Mulya Hidayat dari MAX Pictures menguggat balik Syamsul ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat dan menuntut ganti rugi senilai Rp 50 miliar.

"Masa salahin saya, dari mana ceritanya? Saya nuntut setelah filmnya beredar. Jadi mereka mencari alasan. Mereka yang bikin film, kok saya yang disalahin," kata Syamsul di sela menunggu sidang lanjutan kasus dugaan pelanggaran hak cipta Benyamin Biang Kerok di PN Jakarta Pusat, Kamis (19/4/2018).

Menurut Syamsul, gugatannya terhadap dua rumah produksi yang membuat Benyamin Biang Kerok (2018), Falcon Pictures dan Max Pictures, tak berhubungan dengan jumlah penonton film tersebut.

"Lihat opini masyarakat, banyak yang tidak puas terhadap film itu. Waktu saya yang buat, saya bikin yang menengah ke bawah. Tapi mereka sasarannya menengah ke atas, terlalu tinggi di atas, susah dicerna," kata Syamsul.

"Film komedi tidak lucu, tidak laku, gagal. Film drama tidak menyentuh, tidak tersentuh penontonnya, gagal. Itu hukumnya," tambahnya.

Sementara kuasa hukum Syamsul, Bakhtiar Yusuf, menjelaskan bahwa mereka baru melayangkan gugatan ke pengadilan setelah film Benyamin Biang Kerok versi tayang 1 Maret 2018 lalu.

"Yang perlu diluruskan, kami mengajukan gugatan setelah tayang, kurang lebih seminggu kami baru ajukan gugatan," kata Bakhtiar.

"Review dari pemerhati film kurang memuaskan, berarti bukan karena kami. Bahkan kami juga dianggap cari sensasi untuk menaikkan rating film benyamin," sambungnya.

Pada 5 Maret 2018 lalu, Syamsul melalui tim kuasa hukumnya mengajukan gugatan ke PN Jakarta Pusat terhadap Falcon Pictures dan Max Pictures. Tak hanya itu, bos Falcon Picture HB Naveen dan produser film tersebut juga menjadi pihak tergugat.

Dalam gugatannya, Syamsul menuding tergugat telah melakukan pelanggaran hak cipta atas cerita Benyamin Biang Kerok dan Biang Kerok Beruntung.

Penulis berusia 81 tahun ini juga menuntut ganti rugi materil sebesar Rp 1 miliar untuk harga penjualan hak cipta film Benyamin Biang Kerok yang tayang 1 Maret 2018 lalu. Selain itu, Syamsul menuntut royalti penjualan tiket film tersebut senilai Rp 1.000 per tiket.

Baca juga : Syamsul Fuad Sebut Dituduh Sebabkan Benyamin Biang Kerok Tak Raih 6 Juta Penonton

Tak cuma itu, ia pun menggugat para tergugat untuk membayar ganti rugi immateril sebesar Rp 10 miliar yang mencakup kerugigan akan hak moralnya sebagai pencipta atau pemegang hak cipta cerita Benyamin Biang Kerok.

Terakhir, Syamsul meminta para tergugat melakukan permohonan maaf kepadanya dan klarifikasi melalui media massa terhadap masyarakat atas pelanggaran hak cipta tersebut.

Baca juga : Digugat Balik, Penulis Naskah Asli Film Benyamin Biang Kerok Kaget



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X