Caci dan Dukungan untuk Via Vallen

Kompas.com - 07/06/2018, 10:07 WIB
Penyanyi dangdut Via Vallen di panggung konser Via Vallen Dangdut Never Dies di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (1/5/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi dangdut Via Vallen di panggung konser Via Vallen Dangdut Never Dies di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (1/5/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama penyanyi dangdut Via Vallen sedang hangat diperbincangkan. Jagat maya heboh ketika Via mengaku mendapat pesan tak senonoh dari seorang pesepak bola.

Via mengungkap dugaan pelecehan verbal tersebut melalui fitur Insta Story di akun Instagram-nya, @viavallen, Selasa (5/6/2018).

Ia mengunggah bidik layar (screenshot) dari pesan yang dikirimkan si pria kepadanya lewat direct message (DM).

Via mengaku tidak mengenal pria yang mengirim pesan bernada melecehkan itu, namun menyebut bahwa si pengirim merupakan seorang pemain sepak bola terkenal di Indonesia.

Perempuan kelahiran 1 Oktober 1991 itu merasa terhina dan menegaskan bahwa dia bukan perempuan murahan.

Ternyata, sang pengirim protes karena Via mengunggah pesannya dan mengaku akan menelepon Via esok harinya.

Potongan percakapan direct message antara Via dan si pria itu tampak pada bidik layar yang lain.

Namun Via memilih menutupi nama dan foto profil dari pesepakbola yang telah mengirimkan pesan tak pantas tersebut.

Baca juga: Via Vallen Dapat Pesan Melecehkan dari Pemain Sepak Bola Terkenal

Mengapa  di media sosial?

Namun, setelah Via membeberkan itu di media sosial, justru banyak yang mencaci dan menyalahkan penyanyi bernama lahir Maulidia Octavia tersebut.

Ada beberapa warganet yang beranggapan Via seharusnya tak membeberkan dugaan pelecehan itu ke publik. Bahkan, menilai Via hanya ingin mencari perhatian.

"Kenapa harus di-publish sih Via? Biar apa coba? Kalau mau marah ya langsung marah aja di DM sama babangnya, atau langsung block, kenapa harus dipublish ? Biar semua oeang tau kalau dia bukan cewek murahan? Well ya, kalau kita memang cewek baik-baik, tanpa harus begitu juga, orang bisa nilai sendiri kok," tulis seorang warganet.

"Mungkin caranya mas Bule kurang sopan, tapi ini ranah pribadi mbok yoo lebih menjaga, jgn diumbar di sosmed. Jangankan mba Via yg artis, aku aja orang biasa kdang dpet DM an yg kurang, sopan tapi cuekin aja," timpal yang lain.

"Gak usah dipublish. Biar apa? Biar dunia tahu kalau Via digodain pemain bola ganteng? Terus kamu punya hrga diri. Okay, si pemain bola yang mulai dan dia salah, tapi dia bule dong. Gw yakin niatnya tdk utk melecehkan," kata yang lain.

Baca juga: Hannah Al Rashid: Paling Menyedihkan, Orang Malah Salahkan Via Vallen

Dukungan

Di luar anggapan-anggapan tersebut, berbagai dukungan juga datang dari sebagian warganet hingga pesohor hiburan lain.

Sebut saja dua komika Ernest Prakasa dan Arie Kriting yang mencoba menjelaskan bahwa yang dialami Via termasuk pelecehan seksual.

"Saya support apa yang dilakukan Via Vallen. Yang menyedihkan justru banyak yang anggap itu lucu," tulis Arie lewat akun Twitter-nya, @Arie_Kriting, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

"Makin aneh lagi banyak perempuan yang justru memojokkan Via Vallen. Fanatisme makin meninggi, tapi empati makin kehilangan tempat," tambahnya.

Senada dengan Arie, Ernest juga menyayangkan banyak warganet yang malah mem-bully Via. Padahal menurut sutradara film Susah Sinyal itu, Via memang harus berbicara ketika mengalami pelecehan verbal.

"Orang2 yg menyerang Via Valen sama saja melestarikan pelecehan. Kita seharusnya mendukung korban yg berani bicara, bukan justru membuat mereka lantas memilih diam!" tulis akun Twitter @ernestprakasa.

Baca juga: Via Vallen Di-bully Warganet, Ernest Prakasa dan Arie Kriting Membela

Pujian pun datang dari aktris Hannah Al Rashid yang merasa Via sudah berani mengungkap pesan tak pantas dari seorang pesepak bola kepadanya.

"Gue berharap lebih banyak orang yang berani seperti Via untuk mengungkapkannya. Harus! Biar malu tuh cowok," katanya saat berkunjung ke Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Rabu (6/6/2018).

"Itu termasuk sexual harassment dan menurut gue sangat pantas untuk Via Vallen mengungkapkan itu sih sebenarnya. Menurut gue itu bagus," katanya lagi.

Lagipula, lanjutnya, Via sudah bersikap bijak dengan tidak mengungkap nama pria pengirim pesan yang disebut-sebut sebagai pesepakbola itu ke publik. Melainkan hanya membeberkan tindakannya.

"Saat kita diam aja itu seperti kita setuju terhadap apa yang terjadi. Jadi kita harus speak, harus lawan! Dan salah satu untuk lawan ya itu seperti yang Via lakukan sebenarnya, mengekspos kelakuan yang kurang ajar itu," ujarnya.

Namun, Hannah menyayangkan sikap sejumlah warganet yang justru menyalahkan Via Vallen.

"Yang paling penting kita enggak boleh victim blaming (menyalahkan korban), itu yang paling menyedihkan dari kasusnya Via Vallen. Lebih banyak hujatan terhadap si Via Vallen-nya, daripada kita fokus ke pelaku dan apa yang udah dia bilang ke Via" ujarnya.

Pemain film Jailangkung 2 ini merasa banyak yang kurang edukasi tentang makna pelecehan.

Pelecehan itu, lanjutnya, seperti piramida di mana yang paling dasar adalah candaan atau omongan yang mengarah ke hal-hal seksual, mengomentari badan orang, dan lainnya.

Jika hal dasar itu saja dianggap wajar dan dibiarkan, menurut dia, level pelecehan bisa naik ke tingkat berikutnya, yakni sentuhan. Dari hanya colek-colek hingga pemerkosaan.

"Kita harus mulai stop bercandakan itu karena kalau kita bercanda seperti itu kita jadi mewajarkan perlakuan yang enggak baik. Kita menjadikan itu sesuatu yang normal padahal itu enggak normal," ujar Hannah.

"Kita harus cut it off dari awal. Yang dialami Via itu ya itu dasarnya pelecehan seksual dan masih dianggap sebagai bercandaan," tambahnya.

Baca juga: Hannah Al Rashid Puji Via Vallen karena Berani Ungkap Pelecehan Seksual

Disarankan lapor polisi

Pendapat serupa juga diungkapkan oleh anggota Komisi X DPR RI yang juga pemusik, Anang Hermansyah.

Ia menyesalkan pelecehan seksual secara verbal yang menimpa Via Vallen dan mendukung Via untuk melaporkan apa yang dialaminya itu.

"Aku mendukung langkah Via Vallen, yang membuka tindakan tidak patut oleh siapa pun terhadap perempuan. Bila perlu, bawa masalah tersebut ke ranah hukum," tutur Anang kepada Kompas.com, Rabu (6/6/2018).

"Tindakan orang tersebut telah merendahkan perempuan dan profesi pekerja seni. Ini harus kita lawan bersama-sama. Aku juga tidak terima atas kasus itu," katanya lagi.

Menurut Anang Hermansyah, pelecehan tersebut tidak boleh dianggap sepele dan tak bisa dibiarkan.

"Kalau cuek-cuek saja dan dibiarkan, tidak menutup kemungkinan ke depan bisa saja terjadi kembali. Untuk itu, aku mendukung Via Vallen untuk melaporkan kasus itu ke penegak hukum," tegasnya.

Atas kejadian itu, suami Ashanty in meminta kepada PSSI sebagai induk organisasi sepak bola nasional, untuk bersikap tegas.

“Jika menggunakan perspektif perlindungan perempuan, tindakan oknum tersbut semestinya harus mendapat sanksi. Ini sebagai wujud komitmen negara memberi perlindungan kepada perempuan,” kata Anang.

Baca juga: Anang Hermansyah Dukung Via Vallen Laporkan Pelecehan Seksual yang Menimpanya

Dukungan lain juga datang dari artis peran dan pembawa acara Ussy Sulistiawaty. Ussy juga mendukung agar Via melaporkan si pengirim pesan tak pantas itu ke polisi.

"Agak disayangkan, apalagi sesama perempuan. Mau apa pun profesinya, tidak layaklah. Mohon maaf ya ini, yang berprofesi sebagai pelacur aja tidak mau dilecehkan. Istilahnya, kan kayak gitu, apalagi orang baik-baik yang tidak ada masalah apa pun, kenapa dilecehkan," ujar Ussy ketika dijumpai di Gedung Trans, Mampang, Jakarta Selatan, Rabu (6/6/2018).

"Kalau memang itu benar pelecehan, semoga yang melecehkan itu diberi hukuman. Itu aja. Ada hukumannya. Cuma, aku enggak tahu hukumannya apa, tapi ada sanksinya," ucapnya lagi.

Baca juga: Via Vallen Melawan Pelecehan Seksual

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.