Hannah Al Rashid: Paling Menyedihkan, Orang Malah Salahkan Via Vallen

Kompas.com - 06/06/2018, 15:04 WIB
Hannah Al Rashid saat berkunjung ke Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (6/6/2018). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGHannah Al Rashid saat berkunjung ke Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Jakarta, Rabu (6/6/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Aktris Hannah Al Rashid sangat menyayangkan sikap sejumlah warganet yang justru menyalahkan Via Vallen. Via mengungkap di media sosial pesan tak pantas dari seorang pemain sepakbola ternama.

"Yang paling penting kita enggak boleh victim blaming (menyalahkan korban), itu yang paling menyedihkan dari kasusnya Via Vallen," kata Hannah saat berkunjung ke Gedung Kompas Gramedia, Jalan Palmerah Barat, Rabu (6/6/2018).

"Malah netizen yang menghujat dia, padahal mereka harusnya berpihak ke Via, korban," ujarnya lagi.

Reaksi mereka yang menganggap Via berlebihan mengumbar itu ke publik, menurut Hannah, menjadi bukti bahwa Indonesia punya masalah besar soal pelecehan.

Baca juga: Via Vallen Dapat Pesan Melecehkan dari Pemain Sepak Bola Terkenal

"Lebih banyak victim blaming. Lebih banyak hujatan terhadap si Via Vallen-nya, daripada kita fokus ke pelaku dan apa yang udah dia bilang ke Via," kata Hannah.

Pemain film "Jailangkung 2" ini merasa banyak yang kurang edukasi tentang makna pelecehan. Sehingga pesan tak pantas dari orang yang disebut-sebut pesepakbola pada Via dianggap hanya sebagai rayuan biasa.

Penyanyi dangdut Via Vallen usai konser Via Vallen Dangdut Never Dies di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (1/5/2018). KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penyanyi dangdut Via Vallen usai konser Via Vallen Dangdut Never Dies di Balai Sarbini, Semanggi, Jakarta Selatan, Selasa (1/5/2018).
"Pelecehan itu bentuknya piramid menurutku. Yang paling dasar itu adalah bercandaan, omongan yang mengarah ke hal-hal seksual, mengomentari badan orang. Hal-hal yang dianggap bercanda. Itu ada dasarnya, yang paling banyak dilakukan," kata Hannah.

Baca juga: Via Vallen Rahasiakan Nama Pesepak Bola yang Kirim Pesan Mesum

Jika hal dasar itu saja dianggap wajar dan dibiarkan, maka menurut dia, level pelecehan bisa naik ke tingkat berikutnya, yakni sentuhan. Dari hanya colek-colek hingga pemerkosaan.

"Kita harus mulai stop bercandakan itu karena kalau kita bercanda seperti itu kita jadi mewajarkan perlakuan yang enggak baik. Kita menjadikan itu sesuatu yang normal padahal itu enggak normal," ujar Hannah.

"Kita harus cut it off dari awal. Yang dialami Via itu ya itu dasarnya pelecehan seksual dan masih dianggap sebagai bercandaan," tambahnya.

Baca juga: Hannah Al Rashid Puji Via Vallen karena Berani Ungkap Pelecehan Seksual

Budaya diam

Lanjut Hannah, sebenarnya tak bisa juga sepenuhnya menyalahkan netizen yang bereaksi seperti itu. Sebab, Indonesia memang punya budaya untuk tidak membicarakan dan mengungkapkan hal ysng dianggap tabu. Salah satunya soal pelecehan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X