Lewat Monolog, Sha Ine Febriyanti Hadirkan Sosok Cut Nyak Dhien - Kompas.com

Lewat Monolog, Sha Ine Febriyanti Hadirkan Sosok Cut Nyak Dhien

Kompas.com - 29/06/2018, 18:20 WIB
Sha Ine Febriyanti mengenalkan sisi lain sosok pahlawan nasional dari Aceh Cut Nyak Dhien dalam pentas monolog di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (28/6/2018) malam.Dok Bakti Budaya Djarum Foundation Sha Ine Febriyanti mengenalkan sisi lain sosok pahlawan nasional dari Aceh Cut Nyak Dhien dalam pentas monolog di Kudus, Jawa Tengah, Kamis (28/6/2018) malam.

SEMARANG, KOMPAS.com -- Artis peran yang juga sutradara Sha Ine Febriyanti (42)  mengenalkan sosok pahlawan nasional dari Aceh Cut Nyak Dhien sebagai pejuang dan istri melalui pentas monolog.

Pentas Monolog Cut Nyak Dhien disuguhkan oleh Ine di 10 tempat di Indonesia, termasuk di Kudus, Jawa Tengah.

"Sebagai seorang pejuang dan juga seorang ibu, Cut Nyak Dhien banyak memberikan inspirasi bagi saya. Inilah yang menggerakkan saya untuk memperkenalkan cerita beliau kepada khalayak ramai," ujar pemeran Nyai Ontosoroh dalam fim Bumi Manusia ini dalam pernyataan tertulis.

Baca juga: Sha Ine Febriyanti Getarkan Benteng Rotterdam

Pada Kamis (28/6/2018) malam, Pentas Monolog Cut Nyak Dhien disajikan di Universitas Muria, Kudus, Jawa Tengah.

Pertunjukan tersebut didukung oleh Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus (FASBuK), dan didukung oleh Bakti Budaya Djarum Foundation.

Monolog Ine menggambarkan Cut Nyak Dhien sebagai istri. Ia gelisah ketika suaminya pamit ke medan perang melawan Belanda pada abad ke-19. Ia menangis ketika mendengar kabar bahwa suaminya gugur dalam pertempuran.

Baca juga: Sha Ine Febriyanti Sudah Lama Tersengat Bumi Manusia

Namun, perempuan yang lahir pada 1848 itu tak tenggelam dalam duka. Ia kemudian bangkit untuk meneruskan jejak suaminya dalam berlaga melawan Belanda.

Ia bergerilya bersama pasukannya hingga ditangkap dan diasingkan ke Pulau Jawa. Di pengasingan, di hutan di Sumedang, Jawa Barat, ia tutup usia pada 6 November 1908.

Selain menyuguhkan pentas monolog, Sha Ine Febriyanti juga tampil di panggung Forum Apresiasi Sastra dan Budaya Kudus dan workshop untuk generasi muda teater Kudus dan sekitarnya.

Ine pun berbagi pengalaman soal semangat, ilmu, dan hal-hal lain yang berkait dengan teater untuk memunculkan bibit-bibit baru.

Baca juga: Bumi Manusia Bayar Tuntas Penantian Panjang Sha Ine Febriyanti

Program Director Bakti Budaya Djarum Foundation, Renitasari Adrian, berharap apa yang dilakukan Ine Sha Febriyanti bisa memberi pengetahuan lebih dalam mengenai sosok Cut Nyak Dhien.

Ia juga berharap Cut Nyak Dhien bisa menginspirasi masyarakat luas melalui semangat dan kegigihannya.

Selain di Kudus, Pentas Monolog Cut Nyak Dhien digelar di Bali, Makassar, Solo, Surabaya, Tasikmalaya, Bandung, Medan, Padang, dan Padang Panjang.



Close Ads X