Irama, Label Rekaman Pertama Indonesia setelah Merdeka

Kompas.com - 28/07/2018, 15:00 WIB
Album Hanja Ada Satu-Oslan Husein, rekaman Irama era 1960-an, antara lain memuat lagu Tahu Tempe, Lebaran. Album Mari Bersukaria dengan Irama Lenso dengan tangan Bung Karno bertanggal 14 April 1965. Arsip Kompas/Koleksi DiantoAlbum Hanja Ada Satu-Oslan Husein, rekaman Irama era 1960-an, antara lain memuat lagu Tahu Tempe, Lebaran. Album Mari Bersukaria dengan Irama Lenso dengan tangan Bung Karno bertanggal 14 April 1965.

KOMPAS.com - Perkembangan industri musik di Indonesia terus berkembang dari masa ke masa. Kemajuan teknologi juga turut memengaruhinya.

Dalam industri rekaman, teknik dan kualitasnya juga semakin maju dengan sistem digital.

Jika melihat ke belakang, bagaimana kisah perekaman pada masa lalu dan apa label rekaman pertama yang ada di Indonesia?

Perkembangan musik 1950-an

Buku "100 Tahun Musik Indonesia" menyebutkan, pada era 1950-an, masyarakat Indonesia dilarang mendengarkan dan menyanyikan lagu barat.

Padahal, pada masa tersebut, masyarakat Indonesia sudah mengenal dan menyukai film dari barat.

Media asing yang didengarkan saat itu siaran radio ABC Australia, Hilversum Belanda, dan Voice of America (VOA).

Masyarakat Indonesia juga sempat mengalami "demam" musik rock and roll dan musik latin.

Melihat fenomena ini, pada 17 Agustus 1959, Presiden Soekarno mengeluarkan manifesto yang isinya tidak diperbolehkannya siaran radio RRI untuk menyiarkan musik "ngak ngik ngok" agar budaya Indonesia tidak terkikis.

Berkembangnya Industri musik juga dibarengi dengan industri rekaman sebagai sarana untuk menyimpan suara maupun visual dari penyanyi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X