Irama, Label Rekaman Pertama Indonesia setelah Merdeka

Kompas.com - 28/07/2018, 15:00 WIB

Irama Record berdiri

Pada 1951, berdirilah sebuah perusahaan rekaman pertama setelah kemerdekaan yang bernama "Irama".

Perusahaan rekaman ini dimiliki oleh seorang perwira Angkatan Udara RI, Soejoso Karsono atau dikenal Mas Jos.

Jos mendirikan perusahaan ini berawal dari kegemarannya mengoleksi berbagai rilisan piringan hitam dari berbagai negara.

Dari hobi ini, ia juga saling bertukar info mengenai bisnis rekaman dari para pengusaha rekaman dari banyak negara.

Awal berdiri, Irama Record bermarkas di garasi rumah Jos seluas 2x3 meter di Jalan H Agus Salim No 65 dan di Jalan Besuki No 23, Jakarta. 

Musik-musik yang diproduksi Irama Record sangat beragam, dari jazz, pop, keroncong, gambang kromong, kasidah, gambus, serta lagu-lagu daerah.

Melalui Irama, peredaran produk rekaman musik beredar di Tanah Air.

Penyanyi Indonesia era itu juga melakukan rekaman di Irama Record, di antaranya, Nick Mamahit, Mus Mualim, Bing Slamet, Sam Saimun, Titiek Puspa, Nien Lesmana hingga Koes Bersaudara.

Musisi pertama yang direkam oleh Irama Record adalah pianis jazz Nick Mamahit bersama trio yang terdiri atas Dick Label, Dick van der Capellen, dan Max Van Dalm dengan album Sarinande.

Halaman:


Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.