Begini Tanggapan Rian D'MASIV soal Jersey Baru MU

Kompas.com - 11/08/2018, 10:40 WIB
Vokalis Ryan dMasiv hadir dalam acara Peluncuran Jersey Terbaru Manchester United yang diselenggarakan oleh Kohler di Ballroom 3, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta pada Jumat (10/8/2018). Vokalis Ryan dMasiv hadir dalam acara Peluncuran Jersey Terbaru Manchester United yang diselenggarakan oleh Kohler di Ballroom 3, Hotel Mulia, Senayan, Jakarta pada Jumat (10/8/2018).
Penulis Arin Nabila
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai salah satu penggemar klub raksasa Manchester United (MU), vokalis Rian D'MASIV turut hadir dalam acara peluncuran jersey MU terbaru yang diadakan oleh Kohler di Ballroom 3 Hotel Mulia, Senayan Jakarta Pusat, Jumat (10/8/2018).

Selain peluncuran jersey baru, acara yang juga menjadi agenda perkenalan Kohler sebagai sponsor baru untuk Manchester United turut mengundang mantan pemain MU, Wes Brown.

Rian memberikan pendapatnya mengenai jersey terbaru MU. Ia mengatakan bahwa persoalan pergantian desain jersey suatu klub memang biasa menimbulkan pro dan kontra di kalangan penggemar. Namun, Rian menilai desain jersey terbaru MU masih aman.

"Itu hal yang biasa sih. Terjadi juga di tahun 2012 itu desainnya mirip taplak. Tapi sekarang malah jadi jersey yang dicari. Selalu ada pro dan kontra, kalau menurut saya sih desainnya masih aman," ucap pemilik nama lengkap Rian Ekky Pradipta.

Baca juga: Kata Rian DMASIV Terkait Hengkangnya Momo dari Geisha

"Masih keren. Malah simpelnya dapat ada ciri khas di garis-garis hitamnya. Biasanya kalau jersey-jersey dengan desain aneh-aneh gitu akan jadi jersey yang langka nantinya." tuturnya.

Meskipun ia tidak terlalu mempermasalahkan desain jersey terbaru MU, ternyata penyanyi yang sudah mengidolakan MU sejak tahun 1996 tersebut justru lebih menyukai desain jersey di tahun 90-an.

"Jujur saya lebih suka desain jadul, tahun 90-an. Lebih punya karakter cuma kembali lagi kepada sponsor. Aku sih masih suka," kata Rian.

Sebelumnya, perilisan jersey terbaru MU pada bulan Juli lalu cukup ramai menjadi bahan perbincangan di kalangan pendukung Setan Merah. Ada sebagian yang berpendapat, garis-garis hitam di jersey baru tersebut menghilangkan aura red devil  yang biasanya melekat di edisi jersey-jersey MU sebelumnya.

Ketika ditanyai mengenai harapannya untuk Manchester United di Liga Inggris musim ini, Rian optimistis klub favoritnya tersebut kembali menjadi kampiun juara meskipun dalam beberapa waktu ini peforma MU sedang menurun.

"Tahun lalu kan puasa gelar ya, gak dapat sama sekali. Harapannya taun ini bisa lah juara liga Inggris sama Champion."

"Kalo dilihat dari kemarin kan peringkat 2 ya, jadi harusnya bisa. Mentalnya (MU) memang udah dibentuk. Pemainnya tuh harus menang. Malu mungkin kalau kalah. Tinggal nanti, apakah keberuntungan berpihak kepada mereka?" tutup Rian.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X