Konser Menghadap Laut Usung Misi Peduli Lingkungan

Kompas.com - 25/10/2018, 15:41 WIB
(dari kiri) Kaka Slank, Prita Laura, dan Tiza Mafira saat jumpa pers Our Ocean Conference 2018 di RDTX Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIA(dari kiri) Kaka Slank, Prita Laura, dan Tiza Mafira saat jumpa pers Our Ocean Conference 2018 di RDTX Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai bentuk kepedulian terhadap ekosistem laut di Indonesia, komunitas Pandu Laut akan menggelar konser Menghadap Laut yang diadakan di pantai Pandawa, Badung, Bali, pada 29 Oktober mendatang.

Konser tersebut merupakan salah satu dari rangkaian kegiatan Our Ocean Conference yang digagas oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia bersama beberapa komunitas pencinta laut yang akan digelar di Nusa Dua, Bali, pada 29-30 Oktober mendatang.

Beberapa musisi seperti Slank, Navicula, Monita Tahalea, Jogja Hip-hop Foundation, Lamalera, dan Ivan Nestorman, turut terlibat dalam konser Menghadap Laut yang mengampanyekan kelestarian ekosistem laut.

Baca juga: Konser Gitaris Indonesia Peduli Negeri Kumpulkan Donasi Rp 3,6 Miliar

Menurut Kaka "Slank", dia bersama personel Slank lainnya bersedia terlibat dalam kegiatan ini karena sebagai salah satu bentuk membantu mengampanyekan kelestarian lingkungan.

"Jadi aku ingin merubah pandangan orang, buat Slank nanti di konser adalah konser yang bersih," ucap Kaka saat ditemui dalam jumpa pers Our Ocean Conference di RDTX Tower, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (25/10/2018).

Menurut Kaka, salah satu motivasi lainnya ia turut andil dalam acara ini juga karena rasa prihatin terhadap kondisi laut yang kerap dikotori sampah.

"Jadi selama saya diving sering banget ketemu sampah. Sampah-sampah orang di darat juga yang dibuang sembarangan," ungkap Kaka.

Sementara Tiza Mafira selaku Direktur Gerakan Indonesia Diet Plastik mengatakan bahwa kondisi laut yang semakin tercemar membuat ia dan LSM-nya menjadi begitu khawatir. Sehingga, kata Tiza, ia sangat ingin untuk terlibat langsung dalam acara tersebut.

Baca juga: Tasya Kamila Tolak Tawaran Sinetron dan Film demi Yayasan Lingkungan Hidup

"Pada tahun 2050 nanti akan ada lebih banyak sampah daripada ikan. Ini sudah menjadi masalah personal di Indonesia," ungkap Tiza.

"Sekarang yang namanya mikro plastik sudah ditemukan di dalam ikan. (Sebanyak) 90 persen garam sudah mengandung mikro plastik dan di air kemasan mineral pun sudah terdapat mikro plastik," tambah Tiza.

Nantinya, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Susi Pudjiastuti akan menghadiri acara ini.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X