Istri: Herman Seventeen Sering Nyanyikan Lagu 'Kemarin' Sebelum Meninggal Dunia

Kompas.com - 07/01/2019, 20:38 WIB
Mendiang Herman Sikumbang, gitaris band Seventeen Dokumentasi Pribadi/INSTAGRAMMendiang Herman Sikumbang, gitaris band Seventeen

JAKARTA, KOMPAS.com -- Lagu "Kemarin" dari Seventeen menjadi populer sejak kepergian tiga personel band itu untuk selamanya akibat Tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 malam. Lagu tersebut dianggap sebagai lagu perpisahan.

Istri mendiang Herman "Seventeen" Sikumbang, Juliana Moechtar, bercerita bahwa suaminya sering membawakan lagu itu beberapa hari sebelum gitaris tersebut meninggal dunia.

"Sekarang semua orang, di mana-mana, lagu itu selalu diputar. Padahal, dia (Herman) terakhir sering nyanyi lagu itu," tutur perempuan yang akrab disapa Ully itu ketika menghadiri konser penggalangan dana untuk mereka yang terkena dampak Tsunami Selat Sunda, di Lippo Mall Kemang, Jakarta Selatan, Minggu (6/1/2019) malam.

Baca juga: Istri Tak Akan Jual Gitar Peninggalan Mendiang Herman Seventeen

Bagi finalis Puteri Indonesia 2010 ini, itu merupakan firasat bahwa Herman akan pergi untuk selamanya.

"Emang tanda-tanda dia mau pergi, karena emang itu yang selalu dia mainin di rumah," ucap Ully.

"Akhir-akhir itu memang almarhum sering nyanyiin lagu itu. Pernah dia di ruang tamu saya ledekin, apa sih lagu hitam putih, sambil bercanda," tambahnya.

Baca juga: Said Bajuri Rindu Kejahilan Herman Seventeen

Ully menjelaskan bahwa sebenarnya "Kemarin", yang dirilis pada 2016, ditujukan untuk mengenang mendiang Gus Dur.

"Ya itu buat haul Gus Dur, jadi dia buat itu video Gus Dur hitam putih. Terus, temannya bilang, 'Kenapa sih kamu bikin lagu hitam putih, kayak orang meninggal?' Terus, dia kaget. 'Oh ya, emang kayak orang meninggal, memang ceritanya untuk orang meninggal'," kisahnya,

"Tapi, saya merasa bangga karena lagu itu sekarang sering diputar, padahal lagu beberapa tahun lalu," imbuhnya.

Baca juga: Istri Herman Seventeen: Seharusnya Saya juga Ada di Sana

Herman Sikumbang merupakan salah satu korban meninggal dunia ketika Tsunami Selat Sunda menghantam Tanjung Lesung, Banten, pada Sabtu (22/12/2018) malam.

Ketika itu, ia bersama rekan-rekan Seventeen-nya sedang mengisi sebuah acara gathering di sana.

Selain Herman, pemain bas Muhammad Awal Purbani, drummer Windu Andi Darmawan, road  manager Okky Wijaya, dan kru Rukmana Rustam juga meninggal dunia.

Dari para personel Seventeen, vokalis Riefian Fajarsyah saja yang selamat.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X