Pierre Fitz Yakin Bisa Diterima Belantika Musik Indonesia

Kompas.com - 18/03/2019, 18:45 WIB
Penyanyi pendatang baru Pierre Fitz dalam jumpa pers singel perdana Tlah Berubah di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPenyanyi pendatang baru Pierre Fitz dalam jumpa pers singel perdana Tlah Berubah di Pisa Kafe, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebagai artis musik pendatang baru, Pierre Fitz merasa yakin kehadiran dirinya bisa diterima oleh kalangan penikmat musik di Indonesia.

Menurut Pierre, selain usaha yang maksimal, kemampuannya selama belajar musik di Marymount California University bisa menjadi bekal untuknya memasuki industri musik.

Hal itu disampaikan oleh Pierre dalam jumpa pers singel perdana berjudul "T'lah Berubah", hasil kolaborasi dengan grup musik 3 Composers, yang digawangi oleh Bemby Noor, Tengku Shafick dan Mario Kacang.

"Aku percaya usaha keras tak akan mengkhianati hasil ya, aku sudah melakukan yang terbaik juga, sudah dapat usaha yang terbaik juga dari produser dan komposer," ucap Pierre di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (18/3/2019).

Baca juga: Gandeng 3 Composers, Pierre Fitz Rilis Singel Perdana Tlah Berubah

Ke depan, Pierre akan lebih banyak memperkenalkan diri, agar publik mengenal sosoknya sebagai penyanyi baru.

"Aku akan fokus di promosi, dan aktif di sosial media, lebih banyak mengekspos lagu-lagu ini, dengan harapan banyak orang bisa mendengarkan lagu ini," ujarnya.

"Mungkin bagaimana masyarakat bisa menerima genre urban pop yang aku bawa dari Amerika ini dengan genre pop di Indonesia," sambungnya.

Meski akan bersaing ketat dengan banyak penyanyi yang telah lebih dulu memulai karier, Pierre tak ingin hal itu dijadikan sebuah persaingan.

Baginya, soal popularitas adalah urusan personal masing-masing penyanyi menempatkan dirinya dalam sebuah industri musik.

"Aku mungkin naif, tapi aku enggak menganggap industri musik sebagai persaingan, aku hanya melakukan yang terbaik, aku pengin bermusik, passion aku pengin musik jadi jalan hidup aku. Kalau masalah selera aku balik lagi ke pendengar," tandasnya.

Baca juga: Wejangan BTS untuk Boyband Pendatang Baru TXT

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X