Menenggang Empati, Berkunjung Ke Museum Nasional

Kompas.com - 31/03/2019, 21:53 WIB

“Museum, dalam hal ini Museum Nasional Indonesia sangat membuka diri pada publik. Jadikan tempat ini sebagai upaya perawat kebinekaan yang dalam waktu sama menebalkan pengetahuan dan pemahaman tentang nilai-nilai azali bangsa ini,” ungkap Siswanto, Direktur Museum Nasional Indonesia kepada penulis.

Pakaian Jimat, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Katun, 65x68cm.
 Foto Museum Nasional dan Buku Archipel.Arsip Museum Nasional dan Buku Archipel Pakaian Jimat, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Katun, 65x68cm. Foto Museum Nasional dan Buku Archipel.
Siswanto juga menyatakan bahwa meskipun peninggalan budaya Islam di Museum Nasional jumlahnya masih sangat sedikit, sekitar kurang dari 10 persen dibanding dengan koleksi semua artefak sejumlah 168.000 (jumlah terbesar dari seluruh museum di seantero Asia Tenggara).

“Tapi, kita bisa belajar banyak pada penanda-penanda masa silam yang otentik tentang Islam” ujar Siswanto menekankan.

Penulis meresponsnya, dengan hanya bergumam sejenak, “Andai saja ada sebuah debat terbuka calon presiden yang tak dilakukan di hotel yang mewah, tapi di sebuah museum alangkah menentramkan hati. Bukankah, dengan berargumentasi pada lawan debat di antara objek-objek masa lalu yang penuh hikmah, akan menghindarkan kesembronoan berbicara, setidaknya mereka akan sangat berhati-hati?”


Jejak Islam Nusantara

Kembali kita menyusuri jejak-jejak budaya Islam, yang bagi orang awam, terutama Islam dilekatkan pada era Wali Songo, yang muncul pertama kali di Jawa Timur (Maulana Malik Ibrahim) pada abad ke-14 sampai ke-15, yang selalu memikat hati.

Atau, catatan-catatan ahli pengobatan, Tome Pires, dalam Summa Oriental dalam lawatannya, jauh sebelum era itu mengabarkan pada kita.

Baca juga: Hari Pahlawan, Yuk Lihat Pameran Surat Pendiri Bangsa di Museum Nasional

 

Sebagian ilmuwan juga meyakini, hadirnya Islam, jauh melampaui dari abad-abad “kejayaan Wali Songo” saja, yakni dengan adanya artefak berupa nisan Fatimah Binti Maimun dari keturunan Persia (atau Turki?) pada sekitar abad 11-10, di kampung Leran, Gresik, Jawa Timur.

Dengan panduan buku almarhum Uka Tjandrasasmita, seorang arkeolog senior dalam bidang Islam di Nusantara mungkin akan menghindarkan kita dari kesesatan asumsi bahwa Islam hari ini merupakan hasil utuh hanya dari satu kawasan, yakni: Arab, Timur Tengah.

Uka, dengan keluasan ilmunya mengantar kita begitu kompleksnya paras Islam, terutama budaya yang yang kemudian mengalami akulturasi dengan nilai-nilai lokal, yang membawa kekayaan majemuknya negeri-negeri di teritori Nusantara, yang membedakan dari kawasan-kawasan lainnya, seperti Persia, China dan India (Gujarat) secara bertahap sampai saat ini.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X