Kontestan Asia's Got Talent yang Paling Mengesankan Para Juri

Kompas.com - 09/04/2019, 10:31 WIB
Para dewan juri dan peserta grand final Asia Got Talent season 3 di Marina Bay Sands, Singapura, Kamis (4/4/2019) waktu setempat. AXNPara dewan juri dan peserta grand final Asia Got Talent season 3 di Marina Bay Sands, Singapura, Kamis (4/4/2019) waktu setempat.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Banyak kejutan dan potensi talenta terbaik ditampilkan dalam ajang pencarian bakat dari Asia's Got Talent musim pertama hingga ketiga.

Dewan juri yang diisi oleh musisi David Foster, penyanyi Anggun C Sasmi, dan rapper Jay Park pun mengaku punya kenangan tersendiri dari tiap kontestan yang tampil. 


Dalam sesi wawancara usai babak grand final Asia's Got Talent 3 di Marina Bay Sands, Singapura, Kamis (4/4/2019), Anggun paling berkesan dengan penampilan Young Boys.

Young Boys adalah grup musik asal Indonesia yang memadukan unsur komedi dan teatrikal dalam pertunjukkannya. Mereka merupakan kontestan Asia's Got Talent musim pertama pada 2015 lalu. 

"Saya ingat ini Young Boys, itu membuatku takjub dan berpikir berapa sulitnya itu, itu pertunjukan yang menyenangkan, kalian semua tertawa bukan? Kau tertawa atau tidak?" ucap Anggun.

Sementara David Foster mengaku terkesan dengan penampilan pesulap Eric Chien asal China. Menurut David, trik-trik yang dilakukan oleh Eric telah membuat matanya tak berhenti berkedip.

"Saya melihat ke arah panggung dan melihat Eric Chien. Melihatnya dari jarak dekat dan memerhatikan bagaimana ia melakukan trik, dan dia melakukan seperti seorang pesulap hebat," ucap David.

Baca juga: Siti Saniyah Yakin Penonton Indonesia Mendukungnya di Asias Got Talent

Berbeda dari dua juri sebelumnya, Jay Park menyatakan bahwa semua kontestan menarik di matanya karena memiliki keunikan dan karakter tersendiri dalam menampilkan bakat terbaiknya.

"Bagi saya ini adalah sebuah pertunjukan yang sangat memorable, semua kontestan adalah bagian dari ajang ini," ucap Jay.

Namun, apabila disuruh memilih, Jay akan memilih grup dansa Maniac Family asal Taiwan. Jay mengaku suka dengan kepribadian grup tersebut.

"Jika kamu bertanya kepada saya, saya juga memiliki Maniac Family, saya sangat menikmatinya, kepribadiannya dan sangat enerjik di atas panggung," ungkap Jay.

Ke depan, para juri pun berharap semakin banyak kontestan yang betul-betul berani mempertunjukkan bakat terbaik mereka tanpa rasa malu sedikit pun.

"Jika ada kontestan melihat kontestan lain lebih hebat darinya dan ia takut untuk menampilkan bakatnya maka beranilah, jika seseorang tak memiliki rasa takut dan kau berpikir bahwa semua tidak ada yang dapat menghentikanmu, kemungkinan kau akan melakukan hal hebat," ucap David.

"Kalian harus menjadi yang terbaik," sahut Jay.

Baca juga: (VIDEO) Siti Saniyah Tampil dalam Grand Final Asias Got Talent 2019



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X