Taylor Swift Ungkap Pengaruh Mengejutkan Game of Thrones pada Albumnya

Kompas.com - 10/05/2019, 08:34 WIB
Penyanyi Taylor Swift mengenakan kalung berupa korsase bunga merah karya desainer Indonesia Rinaldy Yunardi untuk sampul album terbarunya.Instagram/Rinaldy Yunardi Penyanyi Taylor Swift mengenakan kalung berupa korsase bunga merah karya desainer Indonesia Rinaldy Yunardi untuk sampul album terbarunya.

KOMPAS.com - Dalam sebuah wawancara baru-baru ini dengan Entertainment Weekly, Taylor Swift mengungkapkan bahwa album terbarunya, Reputation, sebenarnya banyak dipengaruhi oleh Game of Thrones.

Swift mulai menonton seri televisi tersebut pada 2016, sebelum akhirnya Game of Thrones berdampak pada kisah yang dia ceritakan dalam musiknya.

"Begitu banyak imajinasi saya yang dihabiskan untuk Game of Thrones. Pada saat itu, saya membuat Reputation dan saya tidak membicarakannya dalam wawancara, jadi saya tidak mengungkapkan bahwa banyak lagu saya dipengaruhi oleh seri itu," ucap Swift.

Lagu-lagu dalam albumnya menurut dia setengahnya berdasarkan apa yang dia sendiri alami, namun memandangnya melalui filter Game of Thrones.

"Lagu 'Look What You Made Me Do’ secara harfiah adalah daftar pembunuhan Arya Stark.  'King of My Heart' dipengaruhi oleh Khal Drogo dan Daenerys. Bahkan ada bunyi drumnya yang saya ingin mereka terdengar seperti drum Dothraki," ucap Swift.

"Untuk lagu 'I Do Something Bad’, saya tulis setelah Arya dan Sansa berkonspirasi untuk membunuh Littlefinger. Lagu itu dan juga “Look What You Made Me Do” vibe-nya sangat Cersei. Daenerys juga," tambahnya.

Baca juga: Rinaldy Yunardi Sebut Taylor Swift Ingin Korsase Rancangannya Jadi Hak Milik

Menurut Swift, obsesinya yang semakin besar terhadap Game of Thrones akhirnya memengaruhi kariernya dengan cara yang menarik.

Hal itu, memotivasinya untuk mengambil pendekatan yang jauh lebih samar tentang bagaimana dia mengungkapkan informasi dengan para penggemarnya.

"Seluruh pandangan saya tentang mendongeng telah dibentuk oleh Game of Thrones, kemampuan untuk memberi pertanda cerita, untuk secara cermat membuat alur cerita samar,” ungkap Swift. 

“Jadi, saya menemukan cara untuk mendapatkan lebih banyak informasi rahasia dan masih bisa berbagi pesan dengan para penggemar," katanya lagi.

Swift mengatakan, penonton sering mendapati diri sendiri mengidentifikasi dengan berbagai karakter beberapa kali dalam satu episode. 

“Kau berubah dari membenci seseorang menjadi mencintai seseorang. Kalian melihat seseorang dengan tatapan dingin, dan kemudian kalian melihat alasan di balik mengapa mereka melakukan apa yang mereka lakukan. Saya merasa sangat beruntung saya eksis saat Game of Thrones dirilis," ucap Swift.

Baca juga: Ketika Night King dari Game of Thrones Menginvasi Redaksi Kompas.com

Punya opini tentang artikel yang baru Kamu baca? Tulis pendapat Kamu di Bagian Komentar!


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Close Ads X