Dian Sastrowardoyo: Kami Bersama TNI dan Polri

Kompas.com - 23/05/2019, 17:36 WIB
Dian Sastrowardoyo berpose ketika mempromosikan film Aruna dan Lidahnya di kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018). Kompas.com/Tri Susanto SetiawanDian Sastrowardoyo berpose ketika mempromosikan film Aruna dan Lidahnya di kantor redaksi Kompas.com, Menara Kompas, Palmerah Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (13/7/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kerusuhan anarkistis yang terjadi di Jakarta pada 22 Mei 2019 setelah pengumuman hasil Pemilihan Umum (Pemilu) tahun ini, menimbulkan kecaman sekaligus menggugah hati banyak orang.

Salah satunya aktris Dian Sastrowardoyo yang menyuarakan apresiasinya terhadap aparat polisi dan TNI yang selama dua hari ini mengamankan ibu kota.

"Terimakasih utk KPU dan Bawaslu, juga segenap jajaran Polri dan TNI yg telah sekuat tenaga menjaga rakyat Indonesia dari kekacauan," tulis Dian sambil memajang fotonya yang bertuliskan 'Kami Bersama TNI & Polri' di akun Instagram-nya, @therealdisastr, Kamis (23/5/2019).

"Diatas kekuasaan, selalu ada yang lebih tinggi daripada itu semua. Yaitu persatuan kita. #KamiBersamaTNIdanPolri #PrayForIndonesiaDemocracy #TidakAtasNamaSaya," tambahnya.

Ia pun mengenang masa remajanya saat merasakan peristiwa Mei 1998. Dian bercerita bahwa kala itu, ia masih duduk di bangku kelas 1 SMA dan sekolahnya terpaksa diliburkan selama tiga hari karena kerusuhan.

Baca juga: Dian Sastro Mulai Kurangi Penggunaan Plastik demi Masa Depan Anak Cucu

"Keadaannya tidak berbeda jauh dengan kekisruhan hari ini, ketika sebagian besar kantor dan sekolah diliburkan. Tuntutan rakyat dan mahasiswa pada waktu itu adalah memaksa Suharto turun setelah 32 tahun berkuasa. People power berhasil," tulis Dian.

Ia melanjutkan, kekuatan rakyat ketika itu telah berhasil menumbuhkan reformasi dan demokrasi tumbuh. Lembaga-lembaga seperti KPK, KPU, Bawaslu lahir. Tak ada lagi dwifungsi ABRI, reformasi Polri terjadi, serta pemilu akhirnya dilakukan secara langsung.

Meski "people power" saat itu akhirnya sukses membuat perubahan yang lebih baik di Indonesia, Dian mengaku tetap mengecam kekerasan yang terjadi di dalamnya.

"Sebagai perempuan dan seorang Ibu, saya sadar masih banyak kemajuan yang harus kita kejar bersama sebagai sebuah bangsa. Kemajuan itu tidak selalu linear, tapi percayalah every baby steps count. Dan sbg seorang perempuan, saya akan selamanya menolak jalan kekerasan," tulisnya.

"Oleh karena itu ijinkan saya memberi apresiasi yang setingginya utk pemilu kita yang baru saja usai," tambah Dian.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 

Sebagai generasi 90an, saya akan selalu ingat Peristiwa mencekam Mei 1998. Saat itu saya duduk di kelas 1 SMA di Tarakanita 1 dan sekolah diliburkan 3 hari. Keadaannya tidak berbeda jauh dengan kekisruhan hari ini, ketika sebagian besar kantor dan sekolah diliburkan. Tuntutan rakyat dan mahasiswa pada waktu itu adalah memaksa Suharto turun setelah 32 tahun berkuasa. People power berhasil, reformasi dan demokrasi tumbuh meskipun dengan segala tantangannya. Indonesia melahirkan lembaga2 check and balances yang memastikan good governance berjalan baik. Kita berhasil membuat KPK, KPU, Bawaslu, menghapus dwifungsi ABRI, reformasi Polri, melaksanakan pemilu secara langsung, serta memberi jaminan lebih baik atas kebebasan ekspresi dan berpendapat yang pada rezim Orba selalu diberangus dan itu menghambat kemajuan dunia kreatif yang saya tekuni. Sebagai perempuan dan seorang Ibu, saya sadar masih banyak kemajuan yang harus kita kejar bersama sebagai sebuah bangsa. Kemajuan itu tidak selalu linear, tapi percayalah every baby steps count. Dan sbg seorang perempuan, saya akan selamanya menolak jalan kekerasan. Oleh karena itu ijinkan saya memberi apresiasi yang setingginya utk pemilu kita yang baru saja usai. Terimakasih utk KPU dan Bawaslu, juga segenap jajaran Polri dan TNI yg telah sekuat tenaga menjaga rakyat Indonesia dari kekacauan. Diatas kekuasaan, selalu ada yang lebih tinggi daripada itu semua. Yaitu persatuan kita. #KamiBersamaTNIdanPolri #PrayForIndonesiaDemocracy #TidakAtasNamaSaya

A post shared by Dian Sastrowardoyo (@therealdisastr) on May 22, 2019 at 10:49am PDT

Baca juga: Saat Dian Sastro Jadi Penguji Kompetensi Mahasiswa Vokasi UI

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X