Dinobatkan sebagai Godfather of Broken Heart, Didi Kempot Jadi Trending Topic

Kompas.com - 10/06/2019, 10:37 WIB
Dialog Sukses Indonesiaku dengan moderator Didi Kempot dan narasumber 2 orang menteri di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/11/2017). Kompas.com/ M.Agus Fauzul HakimDialog Sukses Indonesiaku dengan moderator Didi Kempot dan narasumber 2 orang menteri di Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (15/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi campursari Didi Kempot hari ini mendadak menjadi trending topic di Twitter.

Pantauan Kompas.com, Senin (10/6/2019), nama Didi bertengger di peringkat kelima dalam daftar 10 topik yang paling banyak disebutkan di Twitter. Sampai saat ini, ada 5.437 twit yang menyebutkan nama Didi Kempot.

Didi Kempot dalam daftar trending topic Twitter, Senin (10/6/2019).Twitter Didi Kempot dalam daftar trending topic Twitter, Senin (10/6/2019).

Dari penelusuran sejumlah twit para pengguna Twitter, penyanyi asal Jawa Tengah itu mulai ramai dibicarakan setelah sebuah akun bernama @trialdinoo mengunggah video suasana penonton saat menyaksikan Didi Kempot manggung di Surakarta.

Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak sejumlah penonton pria begitu antusias ikut menyanyikan lagu berbahasa Jawa yang ditampilkan Didi.

"Suasana surakarta sad boy club ketika menonton God Father of broken heart "Didi Kempot" yang dipimpin langsung oleh @jarkiyo," tulis warganet itu, seperti dikutip Kompas.com.

Video tersebut pun sudah ditonton sebanyak 120 kali dan tak disangka warga Twitter lainnya setuju dengan julukan "Godfather of Broken Heart" itu.

Ribuan twit kemudian bermunculan, memuji Didi Kempot. Ada yang menyebutnya sebagai legenda hidup bahkan ada pula yang menganugerahinya gelar "Lord" alias Raja.

Baca juga: Didi Kempot: Ibu Djudjuk Begitu Ngemong Seniman Muda

" Didi kempot the living legend. trending without some help of political buzzer & annonymous bot account. the true born of melancholism and sadness culture himself," tulis akun bernama @Elrozy32.

"Di dunia ini, tak ada yang bisa menandingi Didi Kempot. Robbie Williams, Frank Sinatra, Nat King Cole, semuanya tak bisa. Sebab Didi Kempot adalah semesta yang lain," tulis akun Twitter @AgusMagelangan.

"Saya bertemu langsung dengan beliau pertama kali enam tahun lalu di Sahid Jaya. Saya meminta foto. Dari jarak sangat dekat, aura patah hati itu terasa sekali. Bersama Didi Kempot, kau bisa patah hati bahkan tanpa perlu jatuh cinta," tambahnya.

"Didi kempot god father of broken heart for sadgirl n sadbuoi. stan for didi kempot," tulis akun @vvrongname.

Baca juga: Kadir: Diantar Didi Kempot, Jenazah Gogon Diterbangkan ke Solo



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X