Perupa Made Supena dalam Kenangan Bentara Budaya Bali

Kompas.com - 12/06/2019, 16:12 WIB
Perupa I Made Supena meninggal dunia pada 16 April 2019Dok Bentara Budaya Bali Perupa I Made Supena meninggal dunia pada 16 April 2019

JAKARTA, KOMPAS.com -- Perupa dari Bali, I Made Supena, yang meninggal dunia pada 16 April 2019 dalam usia 49 tahun, dikenang dan diberi penghormatan melalui acara Obituari, yang akan diadakan oleh Bentara Budaya Bali.

Obituari: Made Supena akan diselenggarakan pada Jumat, 14 Juni 2019, mulai pukul 19.00 WITA.

Dalam acara tersebut, tayangan dokumenter mengenai sosok dan karya Supena akan disajikan. Dalam tayangan itu ada pula penuturan sejumlah teman mengenai sang mendiang.

Dua pengamat seni rupa, Dr Hardiman Adiwinata dan Dr I Wayan Setem, akan mendiskusikan Supena dan karyanya.

Disebut oleh pihak Bentara Budaya Bali, mereka memahami dan mendalami bahasa seni rupa Supena, kiprahnya dalam membangun komunitas seni rupa di Bali, dan menjadi penggerak kehidupan seni rupa di pulau itu.

Baca juga: Bentara Budaya Bali Kenang Sosok dan Kiprah Penyair Reina Caesilia

I Made Supena lahir di Gianyar, Bali, pada 12 Januari 1970.

Ayahnya, Ketut Muja, yang lahir pada 1944 di Singapadu, Gianyar, merupakan pematung dan pembuat topeng yang mumpuni.

Muja dikenal sebagai perupa yang pada fase-fase kematangannya tidak berhenti pada bentuk-bentuk realis, tetapi melakukan penjelajahan pribadi untuk meraih ragam stilistik yang unik dan otentik.

Hal itu berpengaruh terhadap Supena sebagai seniman kemudian.

Made Supena, lulusan Program Seni Rupa dan Desain Universitas Udayana (1991-1997), disebut pula sebagai seniman multitalenta. Ia menelurkan karya dari yang berupa patung, seni instalasi, hingga yang berupa seni pertunjukan.

Supena tercatat sebagai salah satu penggagas dan pendiri Komunitas Galang Kangin di Bali pada 1996 dan tak bisa dilepaskan dari pertemuan antara Galang Kangin dengan mendiang Thomas Freitag, kurator sekaligus mentor.

Baca juga: Arc of Bali Awali Kegiatan Bentara Budaya Bali Sesudah Lebaran

Made Supena mulai berpameran pada 1991. Pameran-pamerannya, antara lain:  Reality of Abstrak Painting (Bali Art Center, 1999), Landscape und Abstraction (bersama Susena, Frankfrut, Jerman, 2000), New Painting (Suli Art Gallery, Denpasar, 2002), About Nature (Mon Decor Gallery, Jakarta, 2002), The Likeness of Nature (Ganesha Gallery, Bali, 2004), StudiAlamSupena (Danes Art Veranda, Denpasar, 2005), Lanskap Made Supena (Gracia Gallery, Surabaya, 2007), Emotion (Griya Santrian, Sanur, 2008), Genealogi (Jogja Gallery, Yogyakarta, 2010), Solitude of Child (Kubu Kopi, Denpasar, 2015), Ritus Gunung (Maya Gallery, Sanur, 2017), dan pameran tunggal terakhirnya, Interpreting Feelings (Griya Santrian, Sanur, 2018).

Ia juga tercatat menginisiasi berbagai pameran yang bekerja sama dengan Bentara Budaya Bali, antara lain dua pameran kolosal mengenai topeng Singapadu lintas generasi, Pameran Seni Rupa Komunitas Galang Kangin, dan Pameran Seni Rupa Ulu Teben Militan Art (2015).

Baca juga: Berkegiatan Lagi, Bentara Budaya Yogyakarta Sajikan Sumarah

Sementara itu, penghargaan-penghargaan seni rupa yang pernah diraih oleh Made Supena adalah, antara lain, Award for Sculpture Museum Negeri Bali, Denpasar (1991); The Governor of Bali Award (1994); The Embassy of Peru Award in Jakarta (1995); Phillip Morris Arts Foundation Award (1997); finalis The Winsor-Newton Competition, Jakarta (2000); Certificate of Ownership, Museum Wellculturen Frankfrut, Jerman (2010); Certificate of Art Work Golden Land, BIAB Bejing, Cina (2015); dan Top 9 Titian Art Foundation Award (2017).



PenulisAti Kamil
EditorAti Kamil

Terkini Lainnya

Zaskia Adya Mecca: Hanung Bramantyo Tegang Selama Shooting Bumi Manusia

Zaskia Adya Mecca: Hanung Bramantyo Tegang Selama Shooting Bumi Manusia

Seleb
Hanung Bramantyo Kenalkan Bumi Manusia Sejak Awal Menikah, Zaskia Adya Mecca 'Kecanduan'

Hanung Bramantyo Kenalkan Bumi Manusia Sejak Awal Menikah, Zaskia Adya Mecca 'Kecanduan'

Film
Hanung Sebut Mawar De Jongh Langsung Menangis Usai Dengar Kisah Annelies

Hanung Sebut Mawar De Jongh Langsung Menangis Usai Dengar Kisah Annelies

Film
Alasan Mengharukan di Balik Aksi Sarwendah Antar Anak ke Sekolah Pakai Sepeda

Alasan Mengharukan di Balik Aksi Sarwendah Antar Anak ke Sekolah Pakai Sepeda

Seleb
Komentar Keluarga dan Kekasih soal Utang Rp 17 Miliar Kevin Aprilio

Komentar Keluarga dan Kekasih soal Utang Rp 17 Miliar Kevin Aprilio

Seleb
Kembali ke Bioskop Pekan Depan, Avengers: Endgame Akan Bawa Kejutan

Kembali ke Bioskop Pekan Depan, Avengers: Endgame Akan Bawa Kejutan

Film
Kevin Aprilio Pernah Ingin Bunuh Diri gara-gara Utang Rp 17 Miliar

Kevin Aprilio Pernah Ingin Bunuh Diri gara-gara Utang Rp 17 Miliar

Seleb
Tetap Setia di Tengah Utang Miliaran Kevin Aprilio, Vicy Melanie Dipuji bak Malaikat

Tetap Setia di Tengah Utang Miliaran Kevin Aprilio, Vicy Melanie Dipuji bak Malaikat

Seleb
Hadirkan Sederet Bintang Musik 90-an, Ini Harga Tiket Festival Mesin Waktu 2019

Hadirkan Sederet Bintang Musik 90-an, Ini Harga Tiket Festival Mesin Waktu 2019

Musik
Kevin Aprilio Curhat Pernah Dililit Utang Rp 17 Miliar

Kevin Aprilio Curhat Pernah Dililit Utang Rp 17 Miliar

Seleb
Antar Anak ke Sekolah, Sarwendah Hanya Kenakan Daster dan Naik Sepeda

Antar Anak ke Sekolah, Sarwendah Hanya Kenakan Daster dan Naik Sepeda

Seleb
Rendy Pandugo, Gamaliel, Petra Sihombing, dan Teddy Adhitya Bakal 'Tergabung' dalam Boyband

Rendy Pandugo, Gamaliel, Petra Sihombing, dan Teddy Adhitya Bakal 'Tergabung' dalam Boyband

Musik
7 Drama Korea yang Sayang jika Dilewatkan Tahun Ini

7 Drama Korea yang Sayang jika Dilewatkan Tahun Ini

Film
Dewa 19, Dul Jaelani, hingga Glenn Fredly Bakal Ramaikan Festival Mesin Waktu 2019

Dewa 19, Dul Jaelani, hingga Glenn Fredly Bakal Ramaikan Festival Mesin Waktu 2019

Musik
Gina S Noer Sempat Tak Tega Pilih Zara JKT48 Perankan Dara dalam Film Dua Garis Biru

Gina S Noer Sempat Tak Tega Pilih Zara JKT48 Perankan Dara dalam Film Dua Garis Biru

Film

Close Ads X