Ilustrator Indonesia Menang Lomba "Fan-Art" Film Spider-Man, Ini Kisahnya

Kompas.com - 24/06/2019, 14:49 WIB
Ilustrator Indonesia, Adhitya Zulkarnaen atau yang lebih dikenal di medsos dengan AdhityaZul, berhasil memenangi kontes Fan Art desain poster film Spider-Man: Far From Home. Dokumentasi PribadiIlustrator Indonesia, Adhitya Zulkarnaen atau yang lebih dikenal di medsos dengan AdhityaZul, berhasil memenangi kontes Fan Art desain poster film Spider-Man: Far From Home.

KOMPAS.com - Seorang ilustrator asal Indonesia, Kreshna Adhitya Zulkarnaen (32), berhasil menang kontes fan-art untuk promosi film Spider-Man: Far from Home yang diselenggarakan oleh Talenthouse pada 18 Mei 2019.

Talenthouse merupakan platform yang bekerja sama dengan brand dan perusahaan besar untuk menyelenggarakan kompetisi kreatif.

"(Talenthouse) fungsinya untuk menghubungkan antara creator dan seniman dengan brand tersebut," ujar Adhitya saat dihubungi Kompas.com pada Senin (24/6/2019).

Adhitya mengungkapkan bahwa ia mengetahui adanya kontes fan-art ini dari media sosial Talenthouse dan dari channel Marvel & Sony Pictures.

Menurut Adhitya, ia mengikuti kontes ini karena dirinya sangat suka dengan komik dan pop culture.

"Kontesnya dibuka sebulan yang lalu, proses seleksinya mulai 10 Juni 2019. Untuk pengumumannya baru kemarin ini, Minggu (23/6/2019)," ujar Adhitya yang juga seorang visual artist.

Baca juga: Ilustrator Indonesia Menang Fan Art Poster Spider-Man: Far From Home

Akan dipamerkan

Adhitya menjelaskan bahwa persyaratan peserta untuk mengikuti kompetisi fan-art yakni peserta minimal berumur 18 tahun dan mengirimkan karya berupa ilustrasi digital di mana karya tersebut belum pernah dipublikasikan.

Peserta juga diminta mengirimkan karya bebas (file preview) dalam bentuk format jpg. Kemudian, apabila telah ditentukan pemenang, maka pemenang diminta mengirimkan karyanya dalam bentuk high resolution.

"Pemenang harus mengirim file high resolution-nya karena nanti akan digunakan untuk kebutuhan materi cetak promosi filmnya," ujar Adhitya.

"Misalnya buat dipamerkan ketika red carpet world premiere atau merchandise official-nya," kata dia.

Adhitya menjelaskan bahwa dirinya membuat dan mengirim preview karya dengan resolusi 1.600 x 1.200 piksel 72 dpi (dot per inch). Ketika ia diumumkan sebagai pemanang, Adhitya mengirimkan karya dengan resolusi 3.508 x 4961 piksel 300 dpi.

Baca juga: Komikus Indonesia Bikin Desain Wayang Venom...

Karya Adhitya ini menampilkan Spider-Man dan Mysterio yang dikonsep dengan tema Art Nouveau dan dilengkapi dengan latar belakang Big Ben di Kota London, Inggris. Ini sesuai latar belakang film yang mengisahkan Peter Parker sedang studi wisata ke Eropa.

Dalam proses pembuatan, Adhitya menggarap karya ini membutuhkan dalam waktu lima hari yang dicicil sembari mengerjakan garapan dari klien.

Untuk proses pengerjaan karya, ia mengaku menggunakan proses pada umumnya, seperti memikirkan ide selama dua hari. Untuk proses sketching, lining hingga finishing di software komputer membutuhkan waktu tiga hari.

"Yang lumayan susah sebenarnya pikir idenya. Gimana caranya bikin artwork yang feel superhero dan (setting) Eropanya terasa, apalagi saingannya ribuan orang dari seluruh dunia," ujar Adhitya.

Pemenang kontes

Karya Adhitya yang dinobatkan sebagai pemenang dalam kontes fan-art untuk film Spider-Man: Far from Home ramai dibicarakan di media sosial Twitter.

Mengetahui hal itu, Adhitya mengungkapkan bahwa dirinya pertama kali tahu sebagai pemenang dari akun resmi Instagram Spider-Man: Far from Home, @spidermanmovie yang diunggah pada Sabtu (22/6/2019).

"Senang sih karena Spider-Man ini salah satu film yang saya tunggu dan kebetulan saya suka dengan karakternya," ujar Adhitya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 

We are pleased as punch to introduce the winners of the #SpiderManFarFromHome @Talenthouse fan art competition. ????????????

Sebuah kiriman dibagikan oleh Spider-Man: Far From Home (@spidermanmovie) pada 22 Jun 2019 jam 9:57 PDT

Adhitya mengaku, dua hari sebelum hari pengumuman pemenang, ia telah dihubungi secara internal untuk tanda tangan persetujuan dan berkas lainnya.

"Untuk hadiahnya, uang senilai 2.000 dollar AS atau sekitar Rp 28,3 juta, dipromosikan oleh pihak Columbia Tri Star bagi digital marketing, TV, media cetak, dan merchandise," ujar Adhitya.

Keuntungan lainnya yang diterima Adhitya, yakni karyanya akan ditampilkan pada marketing campaign dalam film Spider-Man: Far from Home.

Namun, ini bukan kali pertama Adithya menang kompetisi fan-art. Adhitya mengungkapkan, pada 2018, ia menang dalam fan-art yang diselenggarakan oleh Talenthouse. Saat itu, Adhitya membuat karya digital untuk film Venom dan Pacific Rim: Uprising.

Karya tersebut diunggah di akun Instagram miliknya, @adhityazul pada 7 September 2018.

Selain itu, Adhitya pernah menang desain kaus untuk film Guardians of the Galaxy yang diadakan oleh Marvel Entertainment pada 2015.

"Untuk kompetisi desain t-shirt Guardians of the Galaxy, bukan kerja sama dengan Talenthouse, tapi WeLoveFine," ujar Adhitya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X