Produser Keluarga Cemara Banyak Berutang Budi kepada Arswendo Atmowiloto

Kompas.com - 19/07/2019, 19:56 WIB
Arswendo Atmowiloto, Budayawan dalam acara Peluncuran buku Ingrid Widjanarko berjudul Surat untuk Rumput. KOMPAS/ARBAIN RAMBEYArswendo Atmowiloto, Budayawan dalam acara Peluncuran buku Ingrid Widjanarko berjudul Surat untuk Rumput.

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara dan penulis skenario Gina S Noer turut berduka cita atas meninggalnya seniman dan budayawan Arswendo Atmowiloto di usia ke-70 tahun.

Gina yang merupakan produser dan penulis skenario film Keluarga Cemara ini mengaku banyak berutang budi kepada Arswendo.

"Saya berutang banyak sama Mas Arswendo. Menurut saya, dia adalah orang yang memengaruhi saya berkarya, bahkan, sejak kecil," kata Gina saat dihubungi Kompas.com, Jumat (19/7/2019).

Baca juga: Arswendo Atmowiloto, Seniman Serba Bisa Pencipta Keluarga Cemara

Sebagai informasi, Arswendo merupakan pengarang cerita Keluarga Cemara.

Sebelum dijadikan film, cerita novel berseri ini telah dibuatkan sebuah sinetron di era 1990-an.

Gina menambahkan, Arswendo banyak memberikannya kebebesan dalam menggarap cerita Keluarga Cemara versi film.

Baca juga: Arswendo Atmowiloto Akan Dimakamkan di San Diego Hill

Saat itu, Gina berkolaborasi bersama sutradara Yandy Laurens.

"Itulah kehebatan Mas Arswendo. Dia sosok yang memberikan ruang kepada kreator baru. Sosok sebesar dia memberikan kebebasan," ujarnya. 

"Jadi, enggak ada sama sekali campur tangan. Itulah kemewahan seorang kreator berikan kepada kreator-kreator baru," sambung Gina.

Baca juga: Ernest Prakasa: Kaget Banget, Selamat Jalan Mas Arswendo

Penulis yang juga sutradara Gina S Noer saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Penulis yang juga sutradara Gina S Noer saat berkunjung ke Redaksi Kompas.com di Menara Kompas, Palmerah Selatan, Tanah Abang, Jakarta Pusat, Rabu (19/6/2019).
Saat ini, jenazah Paulus Arswendo Atmowiloto masih disemayamkan di Rumah Duka, Kompleks Kompas B-2, Jalan Damai, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan.

Misa Requiem sekaligus pelepasan jenazah akan dilaksanakan di Gereja St Matius Penginjil, Paroki Bintaro, Pondok Aren pada hari Sabtu, 20 Juli 2019, pukul 10.00.

Selesai misa, jenazah akan dibawa ke tempat peristirahatan terakhir di Sandiego Hill, Karawang.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X