Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

3 Video YouTube-nya Kena Suspend, Kimi Hime Protes Sambil Menangis

Kompas.com - 25/07/2019, 11:54 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Tiga video dalam akun YouTube Kimi Hime terkena suspend atau dihapus oleh pihak YouTube atas permintaan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) karena dinilai terlalu vulgar.

Lewat video klarifikasinya dengan judul "DEAR BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO....", yang diunggah pada kanal YouTube-nya yang dikutip Kompas.com, Kamis (25/7/2019), Kimi membenarkan tiga kontenya dihapus.

Judul pertama adalah "STRIP CHALLENGE! MATI 1 KALI - BUKA BAJU! - PUBG Mobile Indonesia". Kimi menjelaskan bahwa dalam video tersebut ia sama sekali tidak pernah membuka baju.

"Di situ Kimi hanya click bait. Kimi juga enggak bilang akan buka baju yang sedang dipakai. Memang ada di dalam game enggak bilang," kata Kimi.

Baca juga: Polemik Konten YouTube Kimi Hime yang Dinilai Vulgar

Judul kedua yang dihapus adalah "LAGI TEGANG, EH KELUAR PUTIH PUTIH!?". Ia berujar, kontennya tidak sama sekali menampilkan adegan vulgar.

Kimi mengaku selalu menjelaskan maksud dari judul-judulnya melalui kolom deskripsi.

"Kalau ada yang berpikir bahwa Kemkominfo ini mengarah ke seksual, saya merasa mungkin dari pemikiran kalian aja yang memikir ini kontennya seksual. Padahal ini kontennya tidak ada. Ini dihapus," kata Kimi.

Sedangkan judul ketiga adalah "KEASIKAN BERMAIN, GADIS INI MENGELUARKAN CAIRAN LENGKET". Kimi mengatakan, lengket yang dimaksud adalah lengket dari senjata cola gun.

Ia membantah lengket yang dimaksud adalah lengket cairan yang diduga vulgar. Menurut Kimi, konten ini ia buat karena merupakan konten endorsement.

Baca juga: Kimi Hime: Saya Tidak Bisa Larang Anak-anak Tonton Konten YouTube Saya

"Maksudnya lengket adalah senjata cola gun lengket ada di situ. Bukan lengket apa pun sampai video ini dihapus. Video ini adalah video endorsement," kata Kimi.

"Ini sebenarnya merugikan saya sebagai pihak konten kreator. Merugikan juga sebagai endorsement saya. Saya enggak mengerti ini kenapa dihapus?" tambahnya.

Kimi mempertanyakan undang undang mana yang ia langgar. Kalau pun melanggar, ia meminta Kemkominfo untuk menjelaskannya secara rinci.

"Kalau pemerintah menghapus konten saya tanpa peraturan yang jelas, cuma karena asumsi dan opini saja tanpa ada peraturan tertulis, saya merasa ini adalah ketidakadilan," kata dia.

Indonesia adalah negara hukum. Kimi merasa tidak melanggar aturan dari YouTube maupun undang undang yang ada.

"Di sini saya merasa tidak aman membuat konten berkarya di Indonesia karena karya saya tidak dihargai," kata dia dengan mata berkaca-kaca dan menangis sambil menceritakanya.

Baca juga: Konten YouTube-nya Dianggap Vulgar, Kimi Hime Ngadu ke Jokowi

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Video rekomendasi
Video lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+