Konten YouTube-nya Dinilai Vulgar, Kimi Hime Gusar hingga Mengadu ke Jokowi

Kompas.com - 26/07/2019, 08:19 WIB
Youtuber Kimberly Khoe alias Kimi Hime. YouTube/Kimi HimeYoutuber Kimberly Khoe alias Kimi Hime.

JAKARTA, KOMPAS.com - YouTuber Kimberly Khoe (29) memberikan klarifikasinya terkait tuduhan bahwa konten-konten pada kanal YouTube-nya, Kimi Hime, dinilai vulgar.

Hal itu diungkapkan oleh Kime lewat video klarifikasinya dengan judul "DEAR BAPAK PRESIDEN JOKO WIDODO....", yang diunggah pada kanal YouTube-nya, Kimi Hime.

Kimi yang merupakan influencer di bidang games dan teknologi ini mendapatkan sorotan setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kemenkominfo) menilai sejumlah konten yang diunggahnya vulgar.

Kemenkominfo menilai seteleh menerima laporan yang dilayangkan oleh Komisi I DPR RI berdasarkan keresahan masyarakat.

Di mana, konten-konten dari Kimi menampilkan thumbnail YouTube yang dinilai tak pantas, sementara sebagian besar berkomentar serta subscriber-nya adalah anak di bawah umur.

Lantas, Bagaimana Kimi yang memiliki 2,2 juta subscribers tersebut memberikan klarifikasinya?

Protes

Kimi membenarkan bahwa tiga konten YouTube-nya di-suspend atau dihapus oleh YouTube melalui permintaan Kemenkominfo.

Ketiga judul tersebut adalah "STRIP CHALLENGE! MATI 1 KALI - BUKA BAJU! - PUBG Mobile Indonesia", "LAGI TEGANG, EH KELUAR PUTIH PUTIH!?", dan "KEASIKAN BERMAIN, GADIS INI MENGELUARKAN CAIRAN LENGKET".

Menurut Kimi, dari semua konten tersebut, ia tidak pernah menyebut kata-kata yang berbau seksual ataupun vulgar.

Kimi mempertanyakan undang-undang mana yang ia langgar. Kalau pun melanggar, ia meminta Kominfo untuk menjelaskannya secara rinci.

Indonesia adalah negara hukum. Kimi merasa tidak melanggar aturan dari YouTube maupun undang undang yang ada.

"Kalau pemerintah menghapus konten saya tanpa peraturan yang jelas, cuma karena asumsi dan opini saja tanpa ada peraturan tertulis, saya merasa ini adalah ketidakadilan," kata dia.

Bantah penonton banyak anak-anak

Kimi membantah bahwa kebanyakan penonton akun YouTube-nya, Kimi Hime, adalah anak-anak.

Berdasarkan statistik data dari akunnya, persentase terbesar penontonnya ada di usia 18 tahun ke atas.

Paling besar di rentang 18-24 tahun dengan persentasi 50 persen, 25-34 tahun dengan persentasi 24 persen, dan 35-44 tahun dengan persentase 6,6 persen.

Selain itu, umur 45-54 tahun dengan persentase 2,2 persen, 55-64 tahun dengan persentase 0,5 persen, serta 65 tahun ke atas dengan persentase 1,1 persen.

"Total dari penonton saya itu yang di bawah umur, 13-17 tahun itu hanya di sekitar 16 persen. Jadi kalau misalkan faktanya penonton saya kebanyakan anak-anak, itu salah," kata Kime.

Tak bisa larang

Kimi tidak bisa melarang anak-anak menonton konten yang dibuatnya untuk kanal Kimi Hime.

"Tentunya saya tidak bisa melarang anak-anak apabila mereka melihat konten saya," kata Kime.

"Di sini peran orangtua lebih diutamakan karena di sini peran orangtuanya harus mengawasi apa yang dimasukkan atau dicerna anak-anak mereka," sambung dia.

Kimi mengatakan bahwa konten-konten tayangan di YouTube tidak hanya dikonsumsi oleh anak-anak saja, melainkan untuk semua umur.

Blokir bukan solusi

Kimi Hime menyayangkan penghapusan kontennya oleh YouTube atas permintaan Kominfo.

"Jadi blokir bukan solusi. Blokir lebih tepatnya, mencegah tapi enggak bisa menangani. Di luar itu internet sudah berhubung dengan banyak hal," kata Kimi.

Baca juga: Kimi Hime: Saya Tidak Bisa Larang Anak-anak Tonton Konten YouTube Saya

Ngadu ke Jokowi

Kimi mengadu dan meminta kepada Presiden Joko Widodo atau Jokowi membantunya menyelesaikan permasalahan kontennya yang dikecam.

Baca juga: Konten YouTube-nya Dianggap Vulgar, Kimi Hime Ngadu ke Jokowi

"Bagi saya dari material dan waktu, emosi, jujur ini sangat menguras sekali. Saya enggak tahu harus mengadu ke mana lagi selain Bapak presiden," kata Kimi.

Ia melakukan itu karena Kimi menganggap bahwa Jokowi begitu peduli terhadap industri game dan para konten kreator.

Baca juga: 3 Video YouTube-nya Kena Suspend, Kimi Hime Protes Sambil Menangis

Sebab, sebagai konten kreator dan pelaku di industri game, kata Kimi, ia tidak merasa ada yang salah. Ia sudah mengikuti semua aturan yang ada ditetapkan YouTube.

"Saya minta kepada Bapak Presiden supaya membantu menyelesaikan kasus ini. Supaya keadilan terjadi dan juga supaya tidak ada lagi kasus-kasus yang kurang mengenakan konten kreator dan juga komunitas YouTube di Indonesia," ujarnya.

Baca juga: 5 Fakta Kimi Hime, YouTuber yang Dianggap Vulgar oleh Kemenkominfo



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X