Layakkah Kominfo "Suspend" Video Kimi Hime yang Dianggap Vulgar?

Kompas.com - 26/07/2019, 12:38 WIB
Youtuber Kimberly Khoe alias Kimi Hime. YouTube/Kimi HimeYoutuber Kimberly Khoe alias Kimi Hime.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Nama Youtuber Kimi Hime kini tengah ramai diperbincangkan setelah Kementerian Komunikasi dan Informatika ( Kominfo) melayangkan panggilan kepadanya terkait kontennya yang dianggap vulgar.

Hingga akhirnya, Kominfo men-suspend tiga konten dan membatasi penayangan video-video di akun YouTube Kimi.

Hanya pengguna YouTube yang berusia di atas 18 tahun yang diperbolehkan mengakses video-video bertema game online Kimi Hime.

Baca juga: 5 Fakta Kimi Hime, YouTuber yang Dianggap Vulgar oleh Kemenkominfo

"Berdasarkan profiling kami (konten tersebut) sudah melanggar kesusilaan. Di mana beberapa konten dia melakukan misleading thumbnail. Thumbnail-nya dibikin unik bahasa-bahasanya, sehingga membuat orang dapat berfantasi," ujar Plt Kepala Biro Humas Kominfo Ferdinandus Setu dalam jumpa pers di Gedung Kominfo, Jakarta Pusat, Rabu (24/7/2019).

Ferdinand mengatakan, konten-konten yang dimaksud banyak dikomentari anak-anak.

Lalu layakkah video Kimi Hime di-suspend?

Pengamat sosial media, Enda Nasution mengatakan, sebelum menindak, seharusnya Kominfo lebih dulu melakukan kajian mendalam dan membuat batasan yang jelas.

"Kalau menurut saya sih perlu aturan dan batasan yang lebih jelas. Kayak konten Pablo Benua itu juga di channel-nya banyak yang nyerempet-nyerempet seksisme juga kan," ujar Enda saat dihubungi Kompas.com, Jumat (26/7/2019).

Baca juga: 3 Video YouTube-nya Kena Suspend, Kimi Hime Protes Sambil Menangis

"Jadi kalau batasannya adalah hasrat (fantasi) seksual, pertama kita enggak bisa kontrol hasrat seksual orang. Di sisi lain kalau emang itu batasannya maka harus konsisten yang dikenakan ke semua orang," lanjutnya.

 

Tangkapan layar akun Youtube Kimi Hime.Youtube Tangkapan layar akun Youtube Kimi Hime.

Pria yang kerap disapa "Bapak Blogger Indonesia" tersebut berpendapat, jika video-video Kimi Hime memang melanggar ketentuan penggunaan aplikasi, seharusnya YouTube telah melakukan take down secara otomatis.

"Karena begini, Kominfo itu juga punya tim yang bekerja sama dengan YouTube untuk melakukan flagging istilanya, menandai konten-konten yang sifatnya berbahaya. Itu ada report-nya tuh tiap bulan. Termasuk yang banyak itu soal hate speech, yang profokatif dan sebagainya," tambahnya.

Baca juga: Kimi Hime: Saya Tidak Bisa Larang Anak-anak Tonton Konten YouTube Saya

Ia mengatakan, tanpa batasan yang jelas, maka aturan penggunaan YouTube tak dapat dibandingkan dengan penggunaan media yang bersifat broadcast atau free to air layaknya televisi.

Ia menyebut, televisi dan youtube memiliki bentuk yang sangat berbeda. Ia menyebut pengguna youtube memiliki kesempatan lebih besar untuk memilih dan berpengaruh langsung pada penilaian terhadap video tertentu.

"Nah dari sisi karakter pengguna, untuk yang disiarkan (televisi), di kita ini lebih pasif. Jadi penonton ini sifatnya lebih pasif. Kita enggak bisa menolak apa yang disiarkan. Kita hanya bisa berpindah channel aja. Tapi kalau saya melihat sebuah channel saya enggak bisa nolak, enggak bisa komen apa-apa. Jadi sifatnya pasif. Inilah bedanya media lama dan media baru," paparnya.

Baca juga: Konten YouTube Vulgar, Kimi Hime Ingin Ditemui Empat Mata oleh Kominfo

Karena karakter penggunanya yang pasif, televisi memiliki Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) yang bertindak untuk mengontrol semua detail tayangannya.

Tanpa aturan yang jelas untuk YouTube, maka Enda menilai langkah yang dilakukan Kominfo terhadap video Kimi Hime masih terlalu dini.

"Nah jadi dengan dasar pemikiran itu menurut saya yang namanya YouTube ini khususnya yang disampaikan si Kimi Hime ini memang tidak ada pelanggaran hukum," tandasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X