Marcelltujuhbelas, Rayakan Eksistensi Marcell Siahaan di Dunia Musik

Kompas.com - 31/07/2019, 18:40 WIB
Penyanyi Marcell Siahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAPenyanyi Marcell Siahaan di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyanyi solo Marcellius Kirana Hamonangan yang akrab disapa sebagai Marcell Siahaan akan menggelar konser bertajuk " Marcelltujuhbelas", pada 18 Oktober 2019 mendatang di Balai Sarbini, Jakarta Selatan.

Marcel memaknai konser ini tak sekadar sebagai napak tilas 17 tahun ia bergelut di belantika musik Tanah Air, tapi juga menjadi penanda bahwa ia masih konsisten di dunia musik.

"Konser 17 tahun saya memaknainya seperti seleberasi menyenangkan untuk berbagi lebih intimate lagi dengan pendengar saya. Dan sekarang saya bisa ketemu langsung memberikannya," ucap Marcell dalam jumpa pers konsernya di Kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).

"Dan juga ini perayaan untuk membuktikan 'I'm still alive'. Tapi saya pengin industri ini menjadi sebuah legacy yang baik untuk generasi kita," ujar Marcell.

Pelantun "Semusim" ini juga ingin membuktikan bahwa konser tersebut menjadi motivasi bagi para penyanyi solo lainnya untuk tidak malu menggelar konser tunggal.

"Saya pengin bisa jadi contoh seorang Marcell aja bisa bikin konser tunggal. Karena saya adalah salah satu orang yang tidak percaya dengan nama besar," ucapnya.

Dalam konser ini, Marcell menggandeng BETIGA sebagai promotor konsernya.

Baca juga: Marcell Siahaan: RUU Permusikan Tidak Urgent

 

Marcell mengaku juga akan menampilkan bintang tamu spesial, namun masih enggan membeberkannya untuk saat ini.

Pihak penyelenggara sendiri membagi tiket dalam lima kategori, yakni Tribune yang dibanderol seharga Rp 350.000, Bronze Rp 500.000, Silver Rp 850.000, Gold Rp 1.000.000, dan Platinum Rp 1.500.000.

Baca juga: Marcell Siahaan Sebut Perumus RUU Permusikan Kurang Observasi

 

Meski sudah menjadi penyanyi solo sejak tahun 2002, perkenalan Marcell dalam dunia musik lebih jauh dari itu.

Sebelum menjadi penyanyi, ia sebelumnya merupakan drummer band underground Puppen yang populer di Bandung, sejak tahun 1992.

Baca juga: Marcelltujuhbelas, Konser Spesial 17 Tahun Karier Marcell Siahaan

 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X