Galih Ginanjar dan Pablo Benua Dijebloskan ke Sel Tikus, Kenapa?

Kompas.com - 06/08/2019, 08:31 WIB
Tangkapan layar akun istagram Farhat Abbas, Senin (5/8/2019). Tangkapan layar akun istagram Farhat Abbas.Tangkapan layar akun istagram Farhat Abbas, Senin (5/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Tersangka kasus pencemaran nama baik Fairuz A Rafiq yang kerap disebut kasus video ikan asin, Galih Ginanjar dan Pablo Benua dikabarkan telah dijebloskan ke dalam sel tikus.

Adapun sel tikus merupakan kamar isolasi untuk para tahanan yang melanggar aturan tata tertib di rumah tahanan (rutan).

Kabar ini dibenarkan oleh Direktur Tahanan dan Barang Bukti (Dirtahti) AKBP Barnabas S Iman.

"Benar (Pablo dan Galih dimasukkan ke sel tikus)," ujar Barnabar saat dihubungi Kompas.com, Selasa (6/8/2019).

Baca juga: Farhat Abbas Bikin Video dengan Galih Ginanjar di Rutan, Polisi: Malah Cari Sensasi

Barnabas juga membenarkan jika langkah ini diambil setelah para tersangka kasus video ikan asin ini kedapatan mengambil foto bersama Farhat Abbas, yang kini berstatus sebagai kuasa hukum Rey Utami dan Pablo Benua.

Foto Farhat, Galih, Pablo, dan Rey tersebut diunggah dalam akun Instagram pribadi Farhat Abbas, @farhatabbasofficial pada Senin (5/8/2019) malam.

Dalam unggahan tersebut Farhat menginformasikan jika ketiga tersangka dalam kondisi baik dan mendapat perlakuan layak dari pihak kepolisian.

Foto tersebut diambil dengan latar lapangan tengah Rutan Polda Metro Jaya. Area tersebut biasanya digunakan para tahanan untuk menerima tamu.

Baca juga: Farhat Abbas Rekam Galih Ginanjar di Tahanan, Polisi Sebut Langgar Aturan

Dalam unggahan tersebut Farhat membenarkan jika kliennya tersebut tengah mendapatkan sanksi ketertiban dengan dijebloskan ke dalam sel tikus.

"Besoknya setelah tau Galih dan Pablo masuk sel tikus gue sempat tegur petugas di sana," isi penggalan kalimat yang ditulis Farhat.

Sebelum foto itu beredar, pada Minggu (4/8/2019) Farhat juga mengunggah video permohonan maaf Galih untuk Fairuz. Video tersebut diambil di area Rutan Polda Metro Jaya.

Barnabas mengatakan, merekam dan memotret tahanan saat membesuk dengan media apa pun merupakan pelanggaran tata tertib.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X