Proses Hukum Berlanjut, Kriss Hatta Berharap Ada Keringanan

Kompas.com - 14/08/2019, 17:55 WIB
|
Editor Kistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Kriss Hatta, Syuratman Usman berharap kliennya mendapat keringanan atas kasus dugaan penganiayaan yang kini menjeratnya.

Usman berharap Kriss mendapat keringanan setelah pelapor sekaligus korban, Antony Hillenaar, mencabut laporan di polisi.

Kata Usman, meski kasus hukumnya masuk dalam kategori delik murni bukan berarti tak bisa mendapat keringanan.

"Hukum itu harusnya juga lebih progresif, dulu juga pernah ada kasus seperti ini, cuma saya lupa persisnya waktu itu Jaksa Agung atau Mahkamah Agung, tapi waktu itu ada namanya restorative justice (keadilan restoratif) ya," ucap Usman kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (13/8/2019) malam.

Oleh sebab itu, berkait penghentian laporan terhadap Kriss, Usman mengharapkan restorative justice atau proses hukum yang berkeadilan.

"Soal kasusnya bisa dihentikan atau tidak, itu tergantung nanti diskresi dari pejabat terkaitnya. nah itu restorative justice itu tadi saya bilang," ucapnya.

Usman menambahkan, hal tersebut sebelumnya sudah ia sampaikan kepada pihak penyidik.

"Iya kita sampaikan ke penyidik seperti itu, kalau harus seperti itu, jadi kita enggak perlu berdebat di ranah delik itu," imbuhnya.

Baca juga: Pihak Kriss Hatta: Kami Belum Terima Surat Perpanjangan Masa Penahanan

 

Sebelumnya pihak Kriss Hatta yang diwakili oleh ibu kandungnya dan Antony sepakat melakukan perdamaian di Hotel Borobudur, kemarin.

Pada saat perdamaian tersebut Antony memeluk ibu kandung Kriss Hatta sebagai bentuk damai mereka.

Itikad baik itu pun berlanjut, pada Kamis (8/8/2019), di mana kedua belah pihak saling mencabut laporan di Subdit Resmob Polda Metro Jaya.

Baca juga: Kuasa Hukum Kriss Hatta Bantah Belum Serahkan Surat untuk Penangguhan Penahanan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.