"Anak Garuda", Persembahan Cokelat untuk Kemerdekaan Indonesia

Kompas.com - 19/08/2019, 12:40 WIB
Penampilan grup band Cokelat menghibur sejumlah penonton di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (20/09/2018). Band yang telah berdiri sejak 1996 ini tampil dalam rangka peluncuran singel terbarunya berjudul Peralihan Hati. KOMPAS.com/ANDREAS LUKAS ALTOBELIPenampilan grup band Cokelat menghibur sejumlah penonton di Bentara Budaya Jakarta, Palmerah Selatan, Jakarta, Kamis (20/09/2018). Band yang telah berdiri sejak 1996 ini tampil dalam rangka peluncuran singel terbarunya berjudul Peralihan Hati.

JAKARTA, KOMPAS.com - Band Cokelat kembali merilis singel bernuansa kebangsaan yang diberi judul " Anak Garuda".

Singel tersebut bukanlah tembang baru, melainkan lagu yang didaur ulang oleh Cokelat ciptaan Julanto Eka Putra yang merupakan pendiri Yayasan Selamat Pagi Indonesia (YSPI).

Pemain bas Ronny Febry Nugroho mengatakan, lagu ini sebenarnya untuk soundtrack film Anak Garuda yang akan dirilis 2020 mendatang.

"Saat pertama kali gue mendengar kabar kolaborasi ini tentunya sangat tertarik,” kata Ronny dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Senin (19/8/2019).

"Dan ternyata, obrolan selanjutnya, tim mereka juga bikin lagu yang berjudul "Anak Garuda”, dan lagunya keren banget. Dan akhirnya materi itu gue bawa ke Cokelat dan kami semua excited untuk mengerjakannya," sambungnya.

Sementara Edwin sang gitaris mengatakan, "Anak Garuda" bergenre rock alternatif dengan sajian aransemen yang variatif. Secara pakem, katanya lagi, menyesuaikan dengan karakter asli dari Cokelat.

Baca juga: Band Cokelat Ingin Luncurkan Lagu Daerah

"Sebuah lagu energik bertema nasionalisme. Khusus untuk gitar, sound, fills dan riff sangat mewarnai lagu ini. Bagian solo gitar diisi dengan hal yang berbeda," kata Edwin.

"Kesatuan musik dan vokal lagu ini bertujuan untuk membuatnya menjadi dinamis agar pendengar bisa tumbuh rasa semangat dan bangga terhadap Garuda, tumbuh percaya diri sebagai anak Indonesia,” sambungnya.

Bagi Cokelat yang saat ini digawangi oleh Edwin Marshal Sjarif (gitar), Ronny Febry Nugroho (bass), Jackline Rossy (vokal), dan Axel Andaviar (drum), proyek ini benar-benar dipersembahkan buat Indonesia.

Apalagi momennya sangat tepat karena dirilis di Agustus, sehingga bisa diperdengarkan saat bangsa Indonesia tengah bersuka-cita memperingati Hari Kemerdekaan RI yang ke-74.

Saat ini, “Anak Garuda” yang diluncurkan melalui label musik PRO M dan sudah bisa dinikmati di berbagai platform digital.

Baca juga: Band Cokelat Coba Hal Baru lewat Peralihan Hati



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X