Slanking Forever, Ini 6 Fakta Menarik dari Album Terbaru Slank

Kompas.com - 23/08/2019, 11:45 WIB
Slank bersama perwakilan pihak Shopee merilis album baru Slanking Forever di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIASlank bersama perwakilan pihak Shopee merilis album baru Slanking Forever di kawasan Gunawarman, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Grup band yang bermarkas di Potlot, Slank, baru saja menelurkan album terbaru " Slanking Forever".

Album studio ke-23 ini dibuat Slank sebagai fase klimaks atau paripurna dari tetralogi album Slank. Album "Slanking Forever" menjadi pelengkap dari rangkaian album sebelumnya, yakni "Slankissme" (2005), "I Slank U" (2012), dan "NgeSlank Rame Rame" (2015).

Berikut rangkuman fakta-fakta dari "Slanking Forever".

1. Slank abadi selamanya

Album ini semakin menunjukan eksistensi Slank sebagai band yang telah berdiri sejak 26 Desember 1983.

Hal itu pun ditegaskan oleh Bimbim selaku drummer.

"Slank selalu ada quote di setiap album. Slanking Forever itu intinya abadi selamanya," ujar Bimbim di kawasan Gunawarman, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis (22/8/2019).

Baca juga: Slanking Forever, Fase Klimaks Grup Band Slank

2. Pilih Lokananta

Slank memilih studio rekaman bersejarah Lokananta di Solo, Jawa Tengah, sebagai tempat untuk merampungkan album Slanking Forever.

Menurut Kaka, Slank harus merasakan bagaimana pengalaman merampungkan karyanya di perusahaan rekaman musik (label) pertama dan satu-satunya milik negara, yang didirikan pada 29 Oktober 1956 tersebut.

Selain itu, kata Kaka, hal tersebut merupakan salah satu cara Slank untuk menghidupkan kembali geliat Lokananta yang mulai meredup.

Hal senada juga dilontarkan oleh Bimbim, ia ingin langkah Slank merampungkan album di Lokananta bisa membuat perusahaan rekaman yang sudah banyak menjadi saksi sejarah bisa bergairah kembali.

Baca juga: Hilangkan Jenuh, Slank Pilih Lokananta Rampungkan Album Slanking Forever

3. Ingin Ajak Jokowi Tengok Lokananta

Sebagai komitmen, Slank ingin mengajak Presiden Jokowi untuk bersama-sama menengok Lokananta yang kebetulan berada di kampung halaman Presiden Jokowi.

Nantinya, momen itu juga akan dimanfaatkan Slank untuk me-relaunch album Slanking Forever.

"Iya kita rencananya mau relaunch album Slanking Forever lagi di sana, Presiden datang, Wali Kota datang, jadi Lokananta hidup lagi," ucap Kaka.

Baca juga: Slank Ajak Presiden Jokowi Hadiri Peluncuran Album Baru di Lokananta

4. Ridho Hafiedz bawa 20 gitar

Selama proses rekaman, Abdee Negara terpaksa absen karena vertigonya sedang kambuh dan Ridho pun menjadi satu-satunya gitaris yang bisa Kaka, Bimbim, dan Ivanka andalkan.

Menurut Ridho, ia tak berkeberatan mengisi part gitar seorang diri. Namun, ia pun harus melakukan persiapan ekstra.

"Pas rekaman di sana (Studio Lokananta) itu gua bawa 20 gitar totalnya. Ya, setiap lagu pakai tiga gitar lah," ujar Ridho.

Baca juga: Abdee Sakit Vertigo, Ridho Slank Bawa 20 Gitar untuk Slanking Forever

5. Abdee Negara garap album dari rumah

Abdee yang harus absen turut serta proses rekaman album teranyar Slank berjudul "Slanking Forever" di Studio Lokananta, Solo, Jawa Tengah, beberapa waktu lalu. Berusaha tetap menyiasatinya agar ia tetap bisa berkontribusi terhadap band yang membesarkan namanya itu.

"Rekamannya waktu itu di kamar kayaknya. Saya di rumah, di kamar ada komputer sama gitar, waktu mereka selesai rekaman di Solo, saya dikirimin terus saya isi dengan apa yang saya bisa saja," ucap Abdee.

Dalam album Slanking Forever, Abdee mengisi tiga lagu, yakni So Goodbye, Jangan Marah, dan Bercinta Di Surga.

Baca juga: Absen ke Lokananta, Abdee Negara Garap Album Terbaru Slank dari Rumah

6. Ivanka pertama kali main kontrabas

Dalam album ini, Ivanka untuk pertama kalinya memainkan kontrabas dalam sebuah lagu untuk Slank. Ia menyebutkan hal tersebut terjadi tanpa direncanakan sebelumnya.

"Tadinya kan lagunya akustik, cuma gitar sama perkusi. Sambil dengar-dengar sama Mas Bimbim kayaknya pakein gendang sama kontrabas enak juga nih, ya sudah," ucap Ivanka.

"Saat itu gua coba walaupun gua enggak berpengalaman main kontrabas, akhirnya jadi (lagunya)," ujar Ivanka.

Lagu yang dimainkan Ivanka itu berjudul "Solo Balapan", sebuah lagu yang digubah lantaran Slank merekam album tersebut di studio rekaman Lokananta, Solo, Jawa Tengah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X