Promotor Konser Westlife di Palembang Merugi hingga Rp 500 Juta

Kompas.com - 23/08/2019, 15:58 WIB
Konser Westlife yang berlangsung di stadion Glora Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan dipadati ribuan fans, baik dari tanah air maupun mancanegara. Dalam konser tersebut, sebanyak 18 lagu dimainkan oleh group musik asal Inggris tersebut,Minggu (18/8/2019). KOMPAS.com/AJI YK PUTRAKonser Westlife yang berlangsung di stadion Glora Jakabaring Palembang, Sumatera Selatan dipadati ribuan fans, baik dari tanah air maupun mancanegara. Dalam konser tersebut, sebanyak 18 lagu dimainkan oleh group musik asal Inggris tersebut,Minggu (18/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Promotor konser Westlife di Palembang pada Minggu (18/8/2019) mengaku mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Presiden Direktur Neutron Live Asia Rendy selaku promotor menyebut kerugian disebabkan banyaknya penonton menerobos masuk ke dalam area konser tanpa membeli tiket terlebih dahulu. 

"Kalau rata-rata tiket tadi, kan, sekitar Rp 1,2 juta, kan, ya dikalikan 500 orang (penonton ilegal) berarti sekitar Rp 500 juta lebih (kerugiannya)," ujar Rendy ketika dihubungi Kompas.com, Jumat (23/8/2019).

Baca juga: Pejabat Disebut Minta Jatah Kursi VIP Konser Westlife di Palembang, Benarkah?

Terlebih, tiket konser Westlife yang digelar di Stadion Jakabaring tidak terjual habis. 

Rendy sangat menyayangkan tindakan para oknum yang tidak tertib tersebut.

Padahal, menurutnya, harga tiket konser Westlife yang dijual di Palembang tergolong termurah dibandingkan kota-kota lainnya.

Baca juga: Belajar dari Jakarta, Konser Westlife di Palembang Diklaim Lebih Baik

"Penjualan paling rendah di antara konser-konser lain ya misalnya Westlife Jakarta, Semarang, Jogja, Kuala Lumpur, Singapura, kita penjualan paling rendah. Kalau di Palembang ratusan ribu saja sudah bisa nonton konser kelas internasional," kata Rendy. 

Pihaknya berharap kejadian tak menyenangkan ini dapat menjadi pembelajaran semua pihak untuk lebih menghargai penyelengaraan sebuah konser. 

"Entah masyarakat umum, entah aparat, entah pejabat atau siapa pun bahwa lebih menghargai konser. Dalam sebuah pertunjukan atau konser karena kita kan datang baik-baik ke Sumatera Selatan, ke Palembang terutama, harapannya supaya orang enggak perlu lagi ke Jakarta untuk nonton konser sebesar Westlife. Ini pertama kali mungkin yang paling terbesar," ujar Rendy. 

Baca juga: Konser Westlife di Jakarta Dibanjiri Kritik, Promotor Minta Maaf

Keluhan mengenai tak tertibnya oknum penonton ini juga disampaikan oleh Musi Event selaku event organizer lokal yang membantu promotor menggelar konser tersebut.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X