Agnez Mo Tanggapi Gaya Rambut Cornrow-nya yang Tuai Pro dan Kontra

Kompas.com - 25/08/2019, 21:18 WIB
Tangkapan layar akun instagram Agnez Mo Tangkapan layar akun instagram Agnez MoTangkapan layar akun instagram Agnez Mo

JAKARTA, KOMPAS.com- Penyanyi Agnez Mo kini memiliki gaya rambut baru, cornrow.

Rambut Agnez dikepang dari pangkal hingga ujung dengan sangat rapi.

Dinamakan cornrow karena tampilan gaya rambut ini mirip barisan tanaman jagung yang simetris dan rapi di ladang.

Baca juga: Ketika Agnez Mo Menjawab Serbuan Jempol Pedas Netizen

Tak hanya rambut, kulit Agnez juga tampak lebih gelap dari warna kulit aslinya. Namun, gaya rambut Agnez Mo menuai pro dan kontra.

Ada yang memuji, tetapi ada juga yang mengkritiknya. 

Kemudian bagaiman Agnez Mo menanggapi pro dan kontra tersebut? 

Baca juga: Gaya Rambut Cornrow Agnez Mo dan Pro Kontranya

"(Rambut) ini sebenarnya braids (kepang) biasa saja sih. Kalau culture di kita banyak, di Bali juga ada braids, Papua memang anyaman rambut," kata Agnez Mo dalam sebuah wawancara dalam video di kanal YouTube Beepdo, seperti dikutip Kompas.com, Minggu (25/8/2019).

Agnez Mo mengaku sedang kepengin berganti gaya rambut.

Hal itu, lanjut dia, merupakan hal yang biasa.

Baca juga: Pro Kontra Gaya Rambut Cornrow Agnez Mo

"Ini juga sudah yang ketiga kali ganti, awalnya ada lemonade braids, pokoknya anyaman-anyaman rambut itu, kan, banyak modelnya," ujar Agnez Mo.

Memiliki rambut panjang terurai tidak membuatnya terganggu ketika tampil di atas panggung, terlebih banyak lagu yang menuntutnya melakukan koreografi.

"Kalau sudah kebiasaan jadi sudah biasa, enggak ganggu koreo. Makanya rambutnya dianyam lagi biar enggak terlalu ganggu, ditarik ke belakang," katanya.

Baca juga: Penampilan Agnez Mo Bergaya Rambut Cornrow, Terinspirasi Wanita Papua

Agnez Mo mengaku dirinya kerap mengakali gaya rambut teranyarnya ini sebagai bagian aksi panggungnya.

Hal itu ia lakukan saat tampil dalam acara ulang tahun salah satu stasiun televisi swasta baru-baru ini.

"Sengaja mainin rambut biar ada sesuatu visually energic," ujar Agnez Mo.

Pro dan kontra

Beberapa warganet memuji langkah Agnez mengubah gaya rambutnya sebagai bentuk promosi budaya lokal.

"I'm Indonesian, you are Indonesian and we are Indonesian.. Nice pictures mbak @agnezmo," tulis pemilik akun @frater_xave.

"Terima Kasih Agnesmo Sudah menunjukan Pada Indonesia,,dan Dunia,,Kalau PAPUA ITU BANYAK MUTIARA-MUTIARA YANG UNIK DAN LANGKA... SAYA BANGGA SEBAGAI ORANG PAPUA...," tulis pemilik akun @georgeaffar217.

Baca juga: Agnez Mo Tuliskan Pesan untuk Calon Suaminya

Meski banyak yang memuji, ada juga warganet yang mengkritik penampilan baru Agnez.

"But still.......it’s not your culture.........," tulis pemilik akun @heydillaaa.

"Not your culture. How about embracing the culture of Chinese-Indonesian - less “exotic” for your bule friends at first but srsly underestimated - and really represent your community while at the same time being YOURSELF," tulis @ladyofthehorsemen.

Bahkan dalam alam sebuah thread, seorang pengguna twitter, Ryan Wahyudi menyebut gaya rambut Agnez ini termsuk isu sensitif di Amerika, tempatnya kini tinggal.

Baca juga: Dituding Tanam Benang oleh Warganet, Agnez Mo Beri Jawaban Kocak

"Pertama soal pilihan rambut cornrow ini. Isu rambut cornrow lumayan sensitif di amrik yg lagi tinggi tingkat sensinya soal cultural appropriation. Dari Kim K, Katy Perry, hingga Ariana Grande sudah pernah kena kecaman karena mengadaptasi gaya yg khas dengan kaum afrika-amerika," sebutnya.



Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X