Pretty Boys, Film yang Lahir dari Kegelisahan Dunia Televisi

Kompas.com - 16/09/2019, 16:18 WIB
Jumpa pers film Pretty Boys di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). Terlihat Desta, Tompi, Vincent, Onad, Danilla. KOMPAS.com/ANDIKA ADITIAJumpa pers film Pretty Boys di kawasan Epicentrum, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019). Terlihat Desta, Tompi, Vincent, Onad, Danilla.

JAKARTA, KOMPAS.com - Lahir dari sebuah kegelisahan akan dunia pertelevisian Tanah Air, pesohor dunia hiburan di antaranya Tompi, Vincent, Desta, dan Imam Darto sepakat melahirkan film berjudul Pretty Boys yang siap meramaikan industri perfilman Indonesia.

Film yang disutradarai oleh Tompi ini akan tayang di seluruh bioskop Indonesia pada 19 September 2019.

Pretty Boys berkisah tentang hirup pikuk kehidupan layar industri pertelevisian Indonesia, yang tak banyak orang ketahui.

Skenarionya yang ditulis oleh komedian dan presenter Imam Darto, membuat film bergenre komedi ini memberi kritik sekaligus menghibur.

Diceritakan terdapat dua orang sahabat, Anugerah (Vincent) dan Rahmat (Desta), yang sangat ingin menjadi artis di Tanah Air.

Baca juga: Gara-gara Desta, Tompi Mendadak Jadi Sutradara Pretty Boys

Walaupun ditentang oleh Pak Jono (Roy Marten) yang merupakan ayah Anugerah, mereka berdua tetap berangkat ke Jakarta.

Namun perjalanan mereka tak mulus, hingga suatu hari mereka berkenalan dengan Roni (Onad) dan Mas Bayu (Imam Darto) yang merupakan koordinator penonton bayaran yang kemayu. Selama proses menjemput impian itu, mereka juga bertemu Asty (Danilla Riyadi).

Imam Darto mengatakan keterlibatannya menulis skenario setelah diminta oleh produser, Deddy Mahendra Desta dan Vincent Trompies.

"Awalnya Vincent dan Desta datang ketemu gua. Mereka minta gua nulis cerita tentang dua orang sahabat yang sukses di Jakarta, tetapi punya polemik dengan mempertaruhkan harga dirinya mereka," kata Imam Darto dalam jumpa pers di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (16/9/2019).

Setelah diminta hal tersebut, pria yang akrab disapa Darto itu pun langsung berkaca pada perjalanan karier Desta dan Vincent, yang sukses di industri pertelevisian Indonesia.

Baca juga: Apa Alasan Desta Percayakan Tompi Jadi Sutradara Pretty Boys?

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X