Polemik SpongeBob Ditegur KPI hingga Muncul Tagar Bubarkan KPI

Kompas.com - 17/09/2019, 09:56 WIB
Film animasi Spongebob Squarepants IMDbFilm animasi Spongebob Squarepants

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) menjadi sorotan masyarakat setelah memberikan teguran kepada 14 program di beberapa lembaga penyiaran, televisi, dan radio.

Keempat belas program siaran tersebut adalah program siaran jurnalistik "Borgol" GTV, "Ruqyah" Trans 7, "Rahasia Hidup" ANTV, "Rumah Uya" Trans 7, "Obsesi" GTV, Promo Film "Gundala" TV One.

Ada juga program "Ragam Perkara" TV One, "DJ Sore" Gen FM, "Heits Abis" Trans 7, "Headline News" Metro TV, "Centhini" Trans TV, "Rumpi No Secret" Trans TV, "Fitri" ANTV, dan Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie di GTV.

Baca juga: SpongeBob SquarePants Ditegur KPI, #SaveSpongeBob Trending di Twitter

Reaksi warganet

Sikap KPI tersebut rupanya mendapatkan reaksi negatif dari para warganet. Salah satu yang menjadi trending topic di Twitter adalah soal tagar #SaveSpongeBob.

KPI menegur program televisi "Big Movie Family: The Spongebob Squarepants Movie" yang tayang di GTV pada tanggal 6 Agustus 2019.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tagar tersebut telah digunakan lebih dari 16.000 kali dan menempati urutan kedua trending topic Twitter Indonesia.

Dalam unggahannya, warganet melontarkan beragam pernyataan bernada protes kepada KPI.

Mereka mempertanyakan alasan KPI menegur memberi sanksi film kartun sementara program lain yang dirasa lebih riil dampaknya, tidak dipermasalahkan.

Baca juga: Duduk Perkara Teguran KPI untuk Animasi SpongeBob SquarePants

Alasan disanksi

Wakil Ketua KPI Mulyo Hadi Purnomo mengungkapkan bahwa jenis pelanggaran yang ditemukan terkait adanya muatan kekerasan dalam program siaran The SpongeBob SquarePants Movie.

Tidak hanya itu, program siaran kartun SpongeBob SquarePants juga kedapatan berisi adegan kekerasan lainnya, seperti melempar kue tart ke muka dan memukul menggunakan kayu yang disiarkan pada 22 Agustus 2019 pukul 15.06 WIB.

Lebih rinci Mulyo menjelaskan, adegan-adegan yang mengandung kekerasan dalam serial ini melanggar Pedoman Perilaku Penyiaran (P3) Pasal 14 Ayat 2 tentang perlindungan kepada anak dan Pasal 21 Ayat 1 tentang penggolongan program siaran.

Tayangan itu juga melanggar Standar Program Siaran (SPS) Pasal 15 Ayat 1 tentang perlindungan anak-anak dan remaja dan Pasal 37 Ayat 4 Huruf A tentang klasifikasi R.

Baca juga: Promo Gundala dan Spongebob Disanksi KPI, Joko Anwar: Lembaga Itu Tak Usah Dipercaya

Joko Anwar geram

Sutradara Joko Anwar geram dengan tindakan KPI yang memberikan teguran kepada 14 program di beberapa lembaga penyiaran, televisi, dan radio.

Dua di antaranya adalah tayangan promo film Gundala di TV One dan prgram animasi anak Big Movie Family: The Spongebob SquarePants Movie yang tayang di GTV.

Joko menyoroti kinerja KPI yang dinilainya kurang kompeten. Ia pun menyerukan kepada masyarakat untuk tidak percaya terhadap KPI.

"Menurut saya, lembaga tersebut tidak usah dipercaya ketika mereka menilai apa pun di dunia," kata Joko di XXI Plaza Indonesia, Senin (16/9/2019).

Bahkan, dalam Twitter-nya, Joko menyerukan tagar #BubarkanKPI dalam sebuah twitnya. Lebih dari 4.900 akun menyukai idan lebih dari 5.700 akun meritwit-nya.

Baca juga: Promo Film Gundala Kena Sanksi KPI, Joko Anwar: #BubarkanKPI

Bubarkan KPI

Joko pun menyoroti pemerintah. Ia menilai seharusnya pemerintah mulai berpikir bahwa yang namanya penyensoran, pelarangan, atau pengenaan sanksi terhadap tontonan-tontonan tidak membuat masyarakat Indonesia menjadi masyarakat yang terberdayakan.

"Masyarakat yang berdaya adalah masyarakat yang bisa memilih tontonan yang baik dan cocok untuk mereka dan keluarga mereka, termasuk anak-anak mereka," kata Joko.

"Jadi yang namanya KPI menurut saya keberadaannya sudah tidak harus ada di Indonesia. Bubarkan KPI," kata Joko dengan suara lantang.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.