Belajar Kehidupan dari Lagu-lagu Ebiet G Ade

Kompas.com - 18/09/2019, 21:14 WIB
Ebiet G Ade tampil di Syncronize Fest 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/10/2017). Festival musik yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (8/10/2017) tersebut menampilkan beberapa musisi di antaranya ada Bangkutaman, Jason Ranti, Adhitya Sofyan, Float, Pee Wee Gaskins, Indische Party, dan Hello Dangdut. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO
KRISTIANTO PURNOMOEbiet G Ade tampil di Syncronize Fest 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Sabtu (7/10/2017). Festival musik yang berlangsung selama tiga hari hingga Minggu (8/10/2017) tersebut menampilkan beberapa musisi di antaranya ada Bangkutaman, Jason Ranti, Adhitya Sofyan, Float, Pee Wee Gaskins, Indische Party, dan Hello Dangdut. KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO


ENTAH mengapa, saya tiba-tiba mengingat Ebiet G. Ade, penyanyi legendaris milik Indonesia, pemilik nama asli Abid Ghoffar Aboe Dja'far itu, padahal dia bukan siapa-siapa saya.

Bertemu langsung pun belum pernah. Dan sudah sangat pasti dia tidak mengenal saya.

Namun setelah merenung sejenak, saya menduga, ingatan itu bertemali dengan rasa terima kasih yang terpendam dalam batin kepada Ebiet atas kerelaannya menemani masa remaja saya.

Kok, bisa?

Kala itu di kota kecil Waingapu, Sumba Timur, NTT, di rumah kakak saya yang seorang guru, nyaris tidak ada kaset lain selain album-album Ebiet. Boleh dikatakan nyaris lengkap, walau kemudian hilang satu demi satu.

Saban hari, hanya lagu-lagu Ebiet dengan suaranya yang sangat khas yang kami dengarkan.

Anehnya, kami, khususnya saya tidak bosan-bosan.

Kok, bisa?

Menunggu hujan

Jawabannya saya temukan kemudian, yakni Ebiet melalui lagu-lagunya “berbicara” sangat konkret dan akrab tentang hidup dan pengalaman harian saya sebagai remaja bersama alam dan atmosfer di sekitar.

Masa remaja saya adalah pergaulan dengan alam yang kerontang, namun tidak membuat penghuninya menyerah.

Ketika kota yang curah hujannya sangat kecil itu ditikam tanpa basa-basi oleh sinar terik matahari sepanjang musim kemarau panjang, dan para petani dilanda pilu karena ladang mereka mengering terpanggang mentari, lagu Doa Sepasang Petani Muda milik Ebiet rasanya meniupkan kesegaran dan harapan.

Betapa tidak? Kami sering berdoa bagi datangnya hujan.

Ketika malam tiba, di bawah temaram cahaya bintang dari langit yang selalu cerah, saya acap berdoa agar Tuhan mengirimkan hujanNya untuk para petani dan peternak yang nyaris kehilangan harapan.

Pada saat semacam ini, lirik lagu tersebut menyuntikkan energi baru untuk tetap berharap bahwa Tuhan pasti mengirimkan hujan.

Dalam lagu tersebut, pada bait pertanya dengan tegas Ebiet langsung mengajak untuk tidak beranjak dan tetap menunggu datangnya hujan:

Mari kita tunggu datangnya hujan
Duduk bersanding di pelataran
sambil menjaga mendung di langit
agar tak ingkar, agar tak pergi lagi
Kasih, kemarilah duduk merapat
sama-sama tengadahkan wajah
agar lebih tegar kita memohon
turunnya hujan basahi bumi ini….

Ia mengajak dengan simpatik untuk terus berharap pada kerelaan Tuhan menurunkan hujanNya, untuk tetap bersila, memohon dengan penuh keyakinan sambil menyadari kelemahan insaniah agar hujan:

Basahi ladang kita yang butuh minum
basahi sawah kita yang kekeringan
basahi jiwa kita yang putus asa

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Profil Han Suk Kyu, Pemeran Teacher Kim di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Profil Lee Sung Kyung, Pemeran Cha Eun Jae di Drama Dr Romantic 2

Seleb
Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Profil Erwin Gutawa, Komponis Ternama Mantan Artis Cilik

Seleb
Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Profil Dul Jaelani, Musisi Muda Penerus Ahmad Dhani

Seleb
komentar di artikel lainnya
Close Ads X