Triawan Munaf Menyesal Orbitkan Sherina Jadi Bintang Film, Mengapa?

Kompas.com - 22/09/2019, 06:37 WIB
Sherina (tengah) beserta keluarganya, termasuk sang ayah, Triawan Munaf (kedua dari kanan), berfoto bersama Presiden Joko Widodo (paling kanan) sesudah pelantikan Triawan menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif, di Aula Istana Negara, Jakarta, Senin (26/1/2015). Dok Pribadi/InstagramSherina (tengah) beserta keluarganya, termasuk sang ayah, Triawan Munaf (kedua dari kanan), berfoto bersama Presiden Joko Widodo (paling kanan) sesudah pelantikan Triawan menjadi Kepala Badan Ekonomi Kreatif, di Aula Istana Negara, Jakarta, Senin (26/1/2015).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Bekraf Triawan Munaf mengaku sempat menyesal mengorbitkan sang putri, Sherina Munaf ke dunia entertainment, terutama layar lebar.

Saat itu, Sherina menjadi pemeran utama dalam film " Petualangan Sherina".

"Ada beberapa hal yang sebetulnya saya regret pada saat itu, terus terang. Kalau boleh saya tekankan di sini, jadi bikin film anak itu tidak perlu anaknya yang main film, karena ada risiko lain bagi si anak yang bermain film," ujar Triawan saat mengisi sesi diskusi skenario film anak dalam gelaran Akatara di Jakarta, Sabtu (21/9/2019) seperti dikutip dari Antara.

Baca juga: Sherina Munaf Terharu Lagunya Dinyanyikan Murid SD Australia

Menurut dia, risiko bagi sang anak yang bermain film adalah kepopuleran.

Tidak semua anak, lanjut Triawan, bisa mengatasi kepopuleran.

Triawan mengatakan, tidak jarang program-program anak di televisi luar negeri diperankan orang-orang dewasa.

Baca juga: Sherina Munaf Unggah Simbol Misterius, Petualangan Sherina Siap Lahir Kembali?

"Kalau anak sudah umur 13 tahun, sudah punya ambisi untuk menjadi bintang, boleh, tapi kurang dari itu tantangannya terlalu berat," katanya.

Menjadikan anak sebagai bintang utama sebuah film, kata dia, juga dapat berdampak pada perspektif orangtua dalam mendidik anak.

Sebab, menurut Triawan, hal itu dapat berdampak pada pengembangan jiwa anak.

Baca juga: Sherina Munaf Terkena Bujuk Rayu Sheila Timothy

"Jangan melupakan dia sebagai seorang anak. Kalau dia salah harus dimarahi, ditegur, kalau dia baik dipuji, itu yang harus hati-hati," ujar Triawan.

Triawan mengatakan, orangtua akan cenderung mengikuti keinginan si anak untuk menjaga mood karena telah terikat komitmen dengan pihak ketiga.

Hal-hal negatif tersebut yang membuat Triawan saat itu menghentikan aktivitas anaknya di dunia hiburan.

Baca juga: Bagi Sherina Munaf, Terbang Itu yang Tersulit

"Alhamdulillah anak saya Sherina itu saya stop, karena saya melihat potensi yang negatif," ujar Triawan.

"Waktu Sherina main film itu saya enggak lanjutkan lagi, saya stop saja sudah. Dia baru bikin album setelah 13 tahun. Makanya banyak yang tanya mana sih Sherina, padahal tawaran banyak banget ke saya waktu dia masih kecil," ujar Triawan Munaf.

Sherina melejit lewat film Petualangan Sherina. Saat itu, Sherina masih berusia 10 tahun.

Baca juga: Mira Lesmana: Bisa Jadi Film Petualangan Sherina Lahir Kembali

Sherina kecil juga mengisi soundtrack film tersebut dan lagu-lagunya selalu hits, seperti "Andai Aku Besar Nanti".

Beranjak dewasa, dara kelahiran 11 Juni 1990 itu kembali muncul melahirkan album "Primadona" saat berusia 16 tahun. 

Adapun, film Petualangan Sherina mengisahkan tentang seorang pelajar asal Jakarta bernama Sherina yang harus mengikuti orangtuanya pindah ke Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Sulitnya Sherina Munaf Tumbangkan Lawan dengan Selendang

Di Bandung, keluarga Sherina tinggal bersama keluarga Saddam yang diperankan Derby Romero.

Sherina dan Saddam kerap bertengkar di sekolah. Hingga akhirnya, mereka berdua berpetualang melawan Kertaradjasa.



Sumber Antara
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X