Di Kejaksaan, Rey Utami Tersangka Video Ikan Asin Mengaku Rindu Anak

Kompas.com - 24/10/2019, 16:33 WIB
Rey Utami tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Tanjung Barat, Kamis (24/10/2019). KOMPAS.com/ANDIKA ADITIARey Utami tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Tanjung Barat, Kamis (24/10/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Salah satu tersangka kasus video ikan asin, Rey Utami, tiba di Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan, kawasan Tanjung Barat, Kamis (24/10/2019).

Rey tiba bersama dengan dua tersangka lainnya, yakni Pablo Benua dan Galih Ginanjar.

Ketika ditanya soal anaknya yang kini tinggal bersama nenek, istri Pablo Benua ini mengaku rindu berat.

Diketahui, Rey Utami sudah lama tak bertemu anaknya sejak ditahan pada Juli 2019 lalu.

"Kangen banget, kangen banget," ujar Rey.

Baca juga: Kabar Terbaru Rey Utami dan Pablo Benua, Ganti Kuasa Hukum hingga Menanti Sidang

Rey mengatakan dirinya juga sempat bertemu anaknya setelah mendekam di dalam tahanan.

"Iya sempat (bertemu anak)," ucap Rey singkat.

Diketahui, saat ini berkas perkara ketiga tersangka kasus video ikan asin, yakni Rey Utami, Pablo Benua, dan Galih Ginanjar sudah diserahkanke Kejaksaan Negeri Jakarta Selatan.

Mereka akan segera dipindahkan dari tahanan Polda Metro Jaya menjadi tahanan kejaksaan.

Baca juga: Galih Ginanjar, Rey Utami, dan Pablo Benua Dibawa ke Kejaksaan

Info sementara, Rey Utami akan ditempatkan di Rutan Pondok Bambu. Lalu, Pablo Benua dan Galih Ginanjar ditempatkan di Rutan Cipinang.

Adapun, Ditreskrimsus Polda Metro Jaya resmi menahan tiga tersangka dalam kasus video ikan asin itu sejak Jumat (12/7/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terpopuler

komentar di artikel lainnya
Close Ads X