Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Kompas.com - 06/05/2020, 07:46 WIB
Dua cerpen karya Xuan Juliana Wang LEILA CHUDORIDua cerpen karya Xuan Juliana Wang

KETIKA produser Shanty Harmayn mengajukan kumpulan cerita pendek " Home Remedies" karya Xuan Juliana Wang, saya langsung mengecek nama asing itu.

Di dalam lemari saya tentu saja banyak sekali karya sastrawan Tionghoa dari daratan seperti Yu Hua (yang sudah diterjemahkan oleh Gramedia Pustaka Utama), Su Tong, Yu Hua dan Mo Yan (peraih Hadiah Nobel Sastra 2012).

Demikian juga karya-karya penulis Tionghoa diaspora yang menetap di Amerika Serikat dan menulis dalam bahasa Inggris, seperti Amy Tan, Anchee Min, dan Ha Jin.

Nama Xuan Juliana Wang masih sangat baru dan segar. Lahir di Heilongjiang, China, tahun 1985, keluarga Wang migrasi ke Los Angeles ketika Juliana berusia tujuh tahun.

Jika sastrawan Ha Jin adalah seorang eksil yang kini menetap di AS, Amy Tan adalah generasi kedua yang orangtuanya migran ke AS dan Xuan Juliana adalah generasi ketiga migran yang karya-karyanya mulai jauh dari politik dan kekerasan.

Jika karya-karya Ha Jin dan Anchee Min hampir selalu memiliki latar belakang sejarah dan politik, Amy Tan selalu menceritakan hubungan antara ibu dan anak hingga tiga generasi, maka Xuan Juliana Wang memang bisa dikatakan sebagai "penulis generasi milenial".

Tetapi ini bukan hanya sebutan yang digunakan berbagai media yang memujinya ini--termasuk The New York Times Book Review yang menyatakan dia penulis "tough and luminous".

Sebagian besar kritikus sastra melihat, merasakan dan membaca sebuah berlian baru di dunia sastra.

Kata "milenial" di sini bukan sekadar menunjukkan usianya yang masih belia dan bukan saja karena Xuan Juliana adalah generasi ketiga migran Tionghoa di AS, melainkan betapa dia bisa memasukkan aspek kehidupan masa kini (internet, social media, dan seterusnya) yang tak tersentuh penulis terdahulu.

Antologi cerita pendeknya yang terdiri dari 12 kisah, terbagi tiga tema: Keluarga, Cinta, Waktu dan Ruang.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X