Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Kompas.com - 06/05/2020, 07:46 WIB
Dua cerpen karya Xuan Juliana Wang LEILA CHUDORIDua cerpen karya Xuan Juliana Wang

Xuan Juliana, seperti juga para penulis cerita pendek lainnya, memperlakukan cerpen ini sebagai kisah "a slice of life", yakni sebuah narasi keseharian dalam fiksi, teater atau film yang digambarkan dengan gaya realistik.

Itu salah satu hal, yang menurut Shanty Harmayn dalam acara podcast ini, mengapa antologi ini menarik perhatiannya.

Tentu saja bukan sekadar kisah "slice of life" itu yang membuat kumpulan cerpen ini layak dibaca, diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia (wahai penerbit), tetapi karena Xuan Juliana berhasil memukau kita.

Bahasanya yang lentur dan puitis, ritmenya sesuai karakter cerita dan plot yang hampir selalu memberi daya kejut.

Di dalam podcast ini, kami sama-sama kagum terutama pada tiga ceritanya "Vaulting the Sea" (yang terbaik dari 12 cerpen antologi ini) yang berkisah tentang persahabatan dua remaja lelaki Taoyu dan Hai, dua atlet penyelam (synchronised divers).

Ini sebuah kisah coming of age yang dikisahkan denga puitis. Kata-kata yang terjalin menjadi kalimat seolah seperti air yang mengalir; ini salah satu kalimatnya: "Nothing else existed from the moment Taouyu reached the the edge of the board to the moment he ripped into the water." (hal.110).

Kita mengikuti persahabatan, pencapaian, cinta yang merana dari kedua remaja ini sekaligus akhir yang sungguh mengejutkan dan menyedihkan.

Adapun cerpen seperti "Fuerdai to the Max" disajikan dengan ritme yang lebih lincah dengan plot yang penuh suspens, sebuah kisah sekumpulan anak-anak orang superkaya yang bertingkah dan merasa berhak memperoleh segala yang mereka inginkan.

Cerpen inilah yang kemudian membuat kita membayangkan beginilah anak-anak orang superkaya di setiap negara, apakah China, Indonesia atau Amerika, bukan hanya manja dan bergelimang duit yang tak habis-abis, tetapi juga persoalan adalah entitlement, merasa berhak mendapatkan apa saja yang mereka inginkan.

Adalah cerpen semacam "Echo of the Moment" dan "The Strawbery Years" yang membuat Xuan Juliana berbeda dengan para pendahulunya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X