Leila S Chudori
Penulis & Wartawan

Penulis, Wartawan, Host Podcast "Coming Home with Leila Chudori"

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Kompas.com - 24/06/2020, 07:02 WIB
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo DOK. LEILA S CHUDORIComing Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Terjemahan Djokolelono ke dalam bahasa Indonesia ini sangat asyik, lancar, dan berhasil menyajikan ketegangan ciptaan Marquez: "Wajahnya pucat pasi, dengan sedih mencoba menutup lubang di lehernya dengan gumpal rumput esparto."

Adegan Aguilar yang sesungguhnya sudah mati terbunuh itu, menurut Rocky Gerung, adalah "awal mula dari segala 'skandal'".

Atau dengan kata lain, ini adalah dasar dari bermulanya 'sejarah' keluarga besar Buendias di saat Jose Arcadio Buendia memutuskan untuk berangkat menyeberangi barisan pegunungan, mencari laut yang tak pernah ditemukan, dan akhirnya mereka memutuskan mendirikan sebuah desa bernama Macondo.

Kisah seluruh novel lantas berkisah tentang keturunan Buendia yang kawin sesama keluarga, dan selalu saja ada kekhawatiran keturunan mereka ada yang berbentuk 'monster'-–apalagi dibayang-bayangi ramalan kaum Gipsi Melquiaides.

Novel ini hadir dalam kategorinya sendiri di antara timbunan masterpiece dunia. Gabo bercerita nyaris tanpa plot. Tokoh-tokohnya, meski dramatis, tetapi tanpa perkembangan karakter.

Marquez sengaja memberikan nama-nama yang sama kepada tujuh keturunan Buendia sehingga pada saat membaca kita harus sangat awas dan bisa membedakan di antara empat orang Jose, 22 Aurelian, lima Arcadios, dan beberapa Ursula.

Belum lagi berbagai keajaiban yang timbul sporadik di mana-mana. Selain "mereka yang mati" lalu lalang dengan orang-orang hidup, ada pula penyakit insomnia yang menyerang khalayak sehingga mereka bisa saling membaca mimpi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Segala yang terjadi ini memang tak perlu dinikmati dengan logika keseharian, tetapi logika Marquez dan Macondo.

Namun, bahkan dalam membangun jagat Macondo beserta logika keajaibannya, sesekali realita Macondo itu terasa tak konsisten.

Misalnya, tokoh-tokohnya memiliki keinginan tahu yang dalam tentang segala sesuatu yang di dunia modern dikenal sebagai sains, seperti terjadinya es atau cara kerja magnet, atau bagaimana mereka meyakinkan bahwa bumi bundar; tetapi mereka begitu saja menerima bagaimana karpet bisa terbang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.