Leila S Chudori
Penulis & Wartawan

Penulis, Wartawan, Host Podcast "Coming Home with Leila Chudori"

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Kompas.com - 01/07/2020, 09:42 WIB
Anda bisa menjadi kolumnis !
Kriteria (salah satu): akademisi, pekerja profesional atau praktisi di bidangnya, pengamat atau pemerhati isu-isu strategis, ahli/pakar di bidang tertentu, budayawan/seniman, aktivis organisasi nonpemerintah, tokoh masyarakat, pekerja di institusi pemerintah maupun swasta, mahasiswa S2 dan S3. Cara daftar baca di sini

Travel writing atau catatan perjalanan di Indonesia selama ini memang belum merupakan sebuah "aliran" yang lazim, jika kita bisa mengatakannya demikian. Di dalam lemari referensi saya ada beberapa nama.

Bukan sekadar Pico Iyer yang menyatakan, "For more and more of us, home has really less to do with a piece of soil, than you could say, with a piece of soul".

Bukan pula wartawan politik internasional PJ O'Rourke yang menganggap "perjalanan (turistik) biasa akan membosankan" sehingga dia selalu lebih mendalami gaya kehidupan warga lokal sehari-hari untuk bisa menjadi cermin situasi sosial dan politik negara tersebut.

Tulisan perjalanannya tentang Korea Selatan di tahun 1987 atau kisah Filipina Pasca Marcos yang bisa ditemui dalam bukunya yang terkemuka dan laris berjudul "Holidays in Hell", di mana dia lebih suka menggambarkan reaksi masyarakat umum terhadap perubahan politik yang terjadi di negaranya.

Jika Famega menguraikan kontaknya dengan berbagai orang baru di setiap negara yang dikunjunginya (dengarkan di podcast ini apa yang dialaminya di Rusia), Sigit Susanto adalah penulis perjalanan yang menikmati napak tilas para sastrawan seperti Franz Kafka di Praha; atau jejak Ernest Hemingway di Havana atau, yang paling asyik, toko buku Shakepeare & Co di Paris, di mana para sastrawan Eropa pernah berkumpul di sebuah masa dalam karier kepenulisan mereka.

Sigit sudah menghampiri lebih dari 40 negara di dunia yang semuanya ditumpahkan dalam tiga jilid buku berjudul "Menyusuri Lorong-lorong Dunia" (Insist Press).

Pada catatan perjalanannya jilid pertama, Sigit bercerita dengan jujur bercerita tentang perasaannya, kegamangannya kali pertama menginjak tanah Eropa. Penggambarannya tentang pengalamannya salju digambarkan sebagai "tepung yang berserakan."

Diskusi dengan kedua penulis perjalanan ini kami bagi menjadi dua episode. Perbincangan dengan Sigit yang seru tentang perjalanan napak tilas ke berbagai tempat penting para sastrawan akan diudarakan sebagai penutup "Coming Home with Leila Chudori" musim tayang ke-3, Rabu 8 Juli 2020.

Adapun obrolan bersama Famega Syavira Putri sudah mengudara hari Rabu pekan ini di Spotify.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Bagikan artikel ini melalui
Oke
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.