Trio Lestari Akan Ajak Penggemarnya Belajar Sejarah

Kompas.com - 05/12/2014, 16:28 WIB
Trio Lestari: Tompi (kiri), Glenn Fredly, dan Sandhy Sondoro (kanan) KOMPAS.com/IRFAN MAULLANATrio Lestari: Tompi (kiri), Glenn Fredly, dan Sandhy Sondoro (kanan)
|
EditorKistyarini
JAKARTA, KOMPAS.com - Grup vokal Trio Lestari yang beranggota Tompi, Glenn Fredly, dan Sandhy Sondoro, bakal mengajak para penggemarnya untuk belajar sejarah dalam pertunjukan "Trio Lestari Show Musical Concert", yang digelar di The Kasablanka, Mall Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, 6 Desember 2014.

"Intinya sih kami akan menceritakan bagaimana kita harus belajar dari sejarah, akan ada time traveller, Trio Lestari akan mengajak dari waktu ke waktu, masa ke masa, bagaimana Indonesia ini lebih baik dari masa ke masa," ujar Tompi di sela latihan Trio Lestari di Studio Abbe, Gandaria, Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2014) malam.

Glenn, Tompi, dan Sandhy, akan mengajak penggemarnya mengingat kembali sejarah perjalanan Negeri ini dari masa ke masa lewat lagu-lagu yang populer ketika itu.

"Kali ini kami meng-highlight lagu yang ada di era tersebut. Tidak bisa dimungkiri musik memengaruhi generasi, memengaruhi eranya untuk muncul style baru, pemikiran-pemikiran baru. Ya, itu sebabnya musik tidak hanya di (ranah) hiburan, even itu pop," tutur Glenn.

Ketiga vokalis tersebut selalu menyuguhkan konsep cerita yang berbeda dalam aksi panggungnya di dua Trio Lestari Show Musical Concert sebelumnya. Tidak hanya sebatas bermusik dan bernyanyi, tetapi juga parodi.

"Parodi kali ini yang pasti yang bersumber dari cerita kami, dari tim kreatif kami, yang pasti parodinya baru dan beda dari cerita sebelumnya," ujar Sandhy.

"Ide dasarnya dari Glenn, tapi kami punya tim kreatif. Ada Danang-Darto, ada Mas Agus Nur, jadi mereka yang ngembangin dari kerangka dasarnya," timpal Tompi.

Konser ini diagendakan akan digelar selama dua jam. "Kami selalu nyiapin dua zaman, tapi suka berubah-berubah, yang pasti enggak akan lebih singkat. Yang pasti ceritanya beda total, unsur kreatifnya beda. Yang sama hanya tiga manusia ini saja, selebihnya semuanya beda," tekan Tompi.

Tompi, Glenn Fredly, dan Sandhy Sondoro datang dari latar belakang dan perjuangan musik yang berbeda sebelum akhirnya membentuk Trio Lestari. Tidak hanya teknis bermusik, tetapi perjalanan dan semangat yang mereka rasakan saat itulah yang dapat diwariskan kepada generasi kini.

Kelas dan harga tiket pun terbagi menjadi 5 bagian. Mulai dari Kelas Provinsi seharga Rp 500.000, sampai Kelas RT/RW seharga Rp 2.000.000.

Tiket “Trio Lestari Show Musical Concert” ini dapat diperoleh melalui semua ticket box resmi yaitu Rajakarcis.com, IbuDibjo, Disctarra, 7-Eleven, eYo, tiketnonton.com, KarcisDelivery, tiket.com, tiketboks.com dan Sinou Coffee & Resto.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai tiket dapat mengunjungi www.triolestari.com atau email ke tiket@triolestari.com. Follow @TrioLestari atau klik www.triolestari.com.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X