Wajah Politik Kita di Film "Tjokroaminoto"

Kompas.com - 07/04/2015, 16:09 WIB
EditorAti Kamil

"Tidak akan ada lagi darah yang tumpah di kapas-kapas ini," kata Tjokro.

Periode Tjokro dewasa dimulai ketika ia menikahi Soeharsikin (Putri Ayudya), anak bupati Ponorogo yang diperankan Sujiwo Tejo. Kegelisahan untuk membawa bangsa ini ke arah lebih baik, yang oleh gurunya disebut sebagai hijrah, membuat Tjokro memilih pergi meninggalkan Jawa Timur dan pergi ke Semarang, Jawa Tengah. Di sana, ia membangun usaha batik.

Ketika mulai merintis usaha batik di Semarang, ia juga mendobrak tatanan feodalistik raja-raja Mataram yang hanya membolehkan motif batik tertentu, seperti parang rusak, kawung, dan sidomukti, untuk kalangan ningrat. Usaha batik Tjokro memperbanyak motif-motif itu agar bisa dipakai rakyat.

Tjokro juga menjadi peletak dasar ideologi yang menggerakkan bangsa ini. Ia berani menjadikan agama, dalam hal ini Islam, sebagai penggerak ideologi yang humanis. Islam menerapkan prinsip sama rata sama rasa. Ini berarti membuka kesempatan bagi semua kalangan untuk mendapatkan akses politik, pendidikan, ataupun ekonomi.

Pengembaraannya mempertemukan Tjokro dengan Kiai Haji Samanhudi, pendiri Sarekat Dagang Islam (SDI). Di Surabaya, Tjokro kemudian melebur SDI menjadi Sarekat Islam (SI) untuk mengatasi perpecahan. Ia lalu mengubah kebiasaan memakai blangkon menjadi kopiah sebagai simbol penyatuan antaretnis dan agama.

Di tangan Tjokro, SI berkembang menjadi besar dengan jumlah anggota mencapai 2 juta orang. Pada awal 1900-an, jumlah penduduk Jawa masih sekitar 30 juta manusia. Melalui SI, Tjokro mengajarkan agar bangsa Indonesia bisa berdikari secara ekonomi dan mendahulukan pendidikan, dua hal yang kemudian diteruskan sebagai landasan politik Soekarno.

Tjokro mendorong dibangunnya koperasi-koperasi di setiap daerah agar hasil bumi petani bisa mendapatkan harga layak. Politik ini digagas untuk melawan tanam paksa yang diterapkan Belanda. Ia juga membangun surat kabar di sejumlah daerah untuk memperkuat kedudukan politik bangsa.

SI Merah
Namun, lantaran pijakan politiknya itu pula, Tjokro dianggap lamban oleh kalangan muda, salah satunya Semaoen yang menjadi anak kos di rumah Tjokro di Peneleh.

Semaoen dan teman-temannya menganggap perjuangan untuk merebut tanah (perjuangan agraria) harus didahulukan daripada pendidikan. Karena tidak puas, Semaoen kemudian mendirikan SI Merah, cikal bakal Partai Komunis Indonesia.

Melalui Tjokro, Garin tak hanya hendak bercerita tentang biografi tokoh besar. Di sana, Garin juga menggambarkan situasi sosial politik masyarakat yang tetap relevan hingga saat ini. Dalam cerita, Garin memasukkan soal pertikaian antaretnis. Pada masa itu, kaum Tionghoa dan pribumi dihasut Belanda untuk bertikai.

Ada juga persoalan organisasi massa yang suka main hakim sendiri karena menganggap orang lain tidak sealiran dengannya. Masalah lain adalah soal kewarganegaraan bagi mereka yang berdarah campuran.

Melalui tokoh Stella (Chelsea Islan), digambarkan ketidakjelasan status bagi mereka yang menikah antarbangsa.

"Siapakah penduduk asli itu? Ayahku Belanda dan ibuku adalah perempuan Bali yang ingin belajar masakan Hindia Belanda. Lalu siapakah aku, Tuan Tjokro?" (Lusiana Indriasari)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.