"The Fox Exploits The Tiger's Might" Bikin Penonton di Cannes Sulit Bernapas

Kompas.com - 22/05/2015, 08:54 WIB
Tim film pendek The Fox Exploits The Tiger's Might hadir dalam Cannes International Film Festival 2015. DINI KUSMANA MASSABUAUTim film pendek The Fox Exploits The Tiger's Might hadir dalam Cannes International Film Festival 2015.
EditorAti Kamil
CANNES, KOMPAS.com -- Sulit bernapas! Menurut Lucky Kuswandi, itulah kata-kata yang disampaikan oleh sejumlah orang sehabis menonton The Fox Exploits The Tiger's Might, film pendek yang disutradarainya dan diputar dalam Cannes International Film Festival 2015.

Sepanjang Cannes International Film Festival 2015, yang diselenggarakan pada 13-24 Mei 2015 di Cannes, Perancis, film tersebut dipertontonkan tiga kali, yaitu pada 16, 17, dan 20 Mei 2015. Film itu lulus seleksi masuk Semaine de La Critique, yang merupakan bagian paralel dari Cannes International Film Festival dan diadakan untuk menemukan bakat baru bidang perfilman dari seluruh dunia.

"Ya, saat usai film, saya mendapat banyak tanggapan penonton. Mereka menyatakan sangat sulit bernapas ketika menonton, karena menegangkan. Mereka sangat bisa merasakan represi yang kami bangun di film ini dan juga bisa mendapatkan dan memahami permainan mengenai kekuasaan yang ditonjolkan di film ini," cerita Lucky kepada kontributor Kompas.com di Cannes, Dini Kusmana Massabuau, pada Rabu lalu (20/5/2015), setelah pemutaran film berdurasi 25 menit itu di Theatre Alexandre III.

Lucky mengaku puas atas pengerjaan dan hasil penggarapan film tersebut, karena, menurut Lucky, para produser film itu memberinya kebebasan untuk berkarya sehingga ia bisa menghasilkan film yang menjadi bahan diskusi dalam festival film tersebut.

Lucky hadir dalam festival film itu bersama salah satu pemain film tersebut, Atreyu Artax Moniaga, serta para produser film itu, Meiske Taurisia, Edwin, dan Tunggal Pawestri.

"Pengalaman di Festival de Cannes ini membuat saya banyak bertemu dengan banyak produser, pemain, dan sutradara luar negeri, sehingga banyak sekali pengalaman kreatif yang saya dapatkan dan pengalaman ini ingin rasanya cepat-cepat saya bagikan ke teman-teman di Indonesia," tutur Atreyu, yang mengaku karakter yang diaminkannya dalam film itu memiliki banyak kesamaan dengannya.

Sementara itu, menurut para produser film tersebut, kebebasan yang mereka beri kepada Lucky dan penulis skenario film itu, David Sumolang, penting untuk mendukung kreativitas.

The Fox Exploits The Tiger'S Might berkisah tentang dua anak laki-laki praremaja, David, anak seorang petinggi tentara, dan Aseng, anak dari penjual tembakau dan minuman keras selundupan, yang sama-sama sedang bergulat dengan perkembangan seksualitas mereka. Film itu juga menggambarkan hubungan antara seks dengan kekuasaan di sebuah kota kecil yang merupakan basis militer.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Coming Home with Leila Chudori-Petty F Fatimah: Membaca Arundhati, Memahami Anjum

Budaya
Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Choky Sitohang soal Teori Konspirasi Covid-19: Jangan Ajak Orang Lain Ikut Bingung

Seleb
Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Coming Home with Leila Chudori: Kesehatan Mental Seniman di Mata Nova Riyanti Yusuf

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Coming Home with Leila Chudori: Dari Generasi Ketiga, Setelah Amy Tan dan Ha Jin

Musik
Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

Fans Parasite, Ini Karya Lain Bong Joon-ho yang Tak Boleh Terlewatkan

BrandzView
komentar di artikel lainnya
Close Ads X