Anggun C Sasmi: Tak Adil Memuji Joey Alexander tetapi Mencibir Agnez Mo

Kompas.com - 22/02/2016, 11:17 WIB
Michael Bolton berduet dengan Anggun C Sasmi dalam konser 'An Evening with Grammy Winner Michael Bolton', di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2015) malam. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENG PANGERANGMichael Bolton berduet dengan Anggun C Sasmi dalam konser 'An Evening with Grammy Winner Michael Bolton', di The Kasablanka Hall, Mall Kota Kasablanka, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (2/6/2015) malam.
EditorAti Kamil
JAKARTA, KOMPAS.com — Penyanyi dan pencipta lagu Anggun C Sasmi (41) menulis opininya tentang go international, pengalamannya masuk industri musik internasional, serta sikap publik Indonesia terhadap mereka yang sudah atau belum berhasil go international.

Dalam tulisan itu, Anggun juga membahas pianis jazz belia, Joey Alexander, yang menjadi nomine pada dua kategori Grammy Awards 2016, serta vokalis Agnes Monica atau Agnez Mo, yang masih berusaha mewujudkan mimpinya untuk diterima publik dunia.

Anggun, yang berasal dari Indonesia, sudah menginternasional setelah merilis album Snow on The Sahara pada 1997. 

Tulisan Anggun yang berjudul "Histeria Go-International" itu dipublikasi melalui situs www.qureta.com pada Minggu (21/2/2016).

Anggun membuka tulisannya itu dengan menggambarkan Grammy Awards 2016, yang menempatkan Joey menjadi nomine Best Improvised Jazz Solo untuk lagunya yang berjudul "Giant Steps" dan Best Jazz Instrumental Album untuk albumnya yang berjudul My Favorite Things.

Anggun mengutarakan, Grammy Awards merupakan ajang pemberian penghargaan terpenting di seluruh dunia menurut pandangan para warga AS yang cenderung berpikir bahwa negara mereka merupakan pusat dunia.

Anggun mengutarakan pula bahwa industri musik AS sangat berpengaruh terhadap industri musik dunia, yang bisa mempengaruhi industri musik banyak negara lain.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mereka yang ingin berhasil go international, lanjut Anggun, berusaha masuk melalui AS.

Anggun juga menceritakan pengalamannya masuk ke industri musik AS dengan album internasional pertamanya pada 1998.

Ketika itu ia harus mendapat apa yang disebutnya American treatment, dari klip video, kemasan album, dandanan, cara bicara, hingga tim kerja yang berbau Amerika.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.