Film Panjang Pertama Wregas Bhanuteja Setelah "Prenjak"

Kompas.com - 29/03/2017, 20:04 WIB
Wregas Bhanuteja diabadikan usai ditemui dalam acara Creative Economy and Cultural Industries in a Digital World di Hotel Harris Vertu, Harmoni, Jakarta, Rabu ( 29/3/2017). KOMPAS.com/SINTIA ASTARINAWregas Bhanuteja diabadikan usai ditemui dalam acara Creative Economy and Cultural Industries in a Digital World di Hotel Harris Vertu, Harmoni, Jakarta, Rabu ( 29/3/2017).
|
EditorIrfan Maullana

JAKARTA, KOMPAS.com - Sutradara muda pemenang Festival Film Cannes 2016 Wregas Bhanuteja (24) sedang mengurangi aktivitasnya di luar kota demi fokus menulis skenario film panjang pertamanya.

Hal itu ia ungkapkan usai itemui dalam acara Creative Economy and Cultural Industries in a Digital World di Hotel Harris Vertu, Harmoni, Jakarta, Rabu ( 29/3/2017).

"Sekarang baru mengurangi aktivitas ke luar kota karena baru fokus untuk skenario. Jadi penginnya fokus menulis dulu," kata alumni Institut Kesenian Jakarta ini.

"Ini akan menjadi film panjang pertama saya," ungkapnya.

Wregas mengungkapkan bahwa dirinya baru selesai melakukan riset dan menulis beberapa konsep untuk film tersebut. Ia juga mengaku mendapatkan banyak wawasan soal penulisan skenario saat belajar di Prancis.

[Baca juga: Wregas Bhanuteja Siapkan Naskah Film Baru]

"Sepulangnya dari Cannes bulan Mei, saya dapat kesempatan untuk (ikut) pengembangan atau script development di Paris," ujar pria yang pernah magang di film Sokola Rimba karya Riri Riza dan Mira Lesmana.

"Kemudian di sana ada mentor, penulis skenario, sutaradara yang bisa bimbing saya untuk film ini," sambungnya.

Waktu itu, Wregas membawa sinopsis buatannya untuk dikembangkan menjadi skenario dan sekarang ia sudah mengembangkan draft tahap 4.

"Mungkin gambaran (film panjang ini) aku belum biaa cerita terlalu banyak, tapi sebagian besar setting-nya akan di Jakarta," ucapnya lagi.

[Baca juga: Sutradara "Prenjak" Tak Ingin Buru-buru Bikin Film Lagi]

Sedikit bocoran, film terbarunya ini tidak akan menguaung budaya lokal Jawa seperti film pendek Prenjak miliknya.

"Ini lebih kontemporer, lebih ke gejala sosial masyarakat yang terjadi di Jakarta," pungkasnya.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X